Giliran Cakades Watukarung Nomor Urut 2 Ngeluruk Pemkab

129

PACITAN –  Penjelasan Panitia Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Watukarung, Pringkuku, terkait penundaan penetapan kades terpilih belum membuat pihak Wiwit Pheni puas. Bersama puluhan pendukungnya, cakades nomor urut 2 itu ngeluruk ke Gedung Karya Darma Pemkab Pacitan, Kamis (11/10). ‘’Saya ingin mendapat penjelasan langsung dari panitia kabupaten mengenai penundaan penetapan kades Watukarung terpilih masa bakti 2018—2024,’’  kata Wiwit Pheni.

Dia mengklaim pelaksanaan Pilkades Watukarung sudah sesuai tahapan. Munculnya pengaduan dari rivalnya membuatnya heran. Terlebih berbuntut pada penundaan penetapannya sebagai kades terpilih. Karena itu, Wiwit minta dasar penundaan dan menanyakan lampiran barang bukti aduan cakades nomor urut 1 Darmadi.  ‘’(Barang bukti) itu tambahannya. Yang utama penjelasan penundaan penetapan kades terpilih,’’ ujarnya.

Panitia pilkades kabupaten meminta Wiwit bersabar. Sebab, masalah tersebut masih dalam kajian. Wiwit berharap proses kajian berlangsung secepatnya. Calon incumbent itu pun mendesak segera diterbitkan surat keputusan (SK) penetapan kades terpilih. ‘’Kami minta segera dicarikan solusi sesuai aturan perda maupun perbup,’’ ungkapnya.

Anung Dwi Ristanto, tim pemenangan Wiwit Pheni, juga tak habis pikir dengan rivalnya yang menuduh ada kecurangan lantaran hasil penghitungan suara hanya berselisih satu lidi. Padahal, saat penghitungan saksi dari pihak cakades nomor urut 1 pun hadir. Bahkan ikut membubuhkan tanda tangan di berita acara hasil penghitungan. ‘’Mereka sudah diberi kuasa oleh calon. Sudah ada SK,’’ tutur laki-laki yang juga suami Wiwit Pheni ini.

Dia mendesak panitia tegas dengan aturan dalam perda maupun perbup tentang Pilkades Serentak. Anung khawatir penundaan penetapan kades terpilih muncul akibat ketakutan panitia atas intimidasi pihak lawan. Sehingga, melalaikan regulasi tersebut. Dia berharap kondisi tersebut tidak menular ke panitia pilkades kabupaten. ‘’Jangan sampai karena intimidasi akhirnya bengkok,’’ tegasnya.

Ketua Panitia Pilkades Kabupaten Pacitan  Sakundoko menyatakan gugatan tersebut diterima melalui panitia Pilkades Watukarung. Hanya saat itu masih berupa tulisan tangan. Lantas pihaknya minta disusun dalam bentuk dokumen dan dilengkapi barang bukti untuk menguatkan gugatan tersebut. Kemudian pihaknya menginstruksikan penundaan penetapan kades terpilih untuk melakukan kajian gugatan cakades nomor urut 1. ‘’Jika masih dalam sengketa penetapan harus menunggu hasil kajian,’’ jelasnya.

Untuk memulai kajian, Sakundoko membentuk tim kecil. Tidak semua panitia, melainkan anggota yang mewakili seluruh komponen di kepanitiaan. Kajian diawali pemeriksaan dokumen gugatan. Mulai administrasi calon hingga bukti yang dilampirkan dalam gugatan. Bukti berupa dokumen dan sejumlah foto. ‘’Berikutnya kami akan validasi,’’ imbuhnya.

Dia tidak memberi target waktu kajiannya. Namun, pihaknya diberi kesempatan 30 hari. Namun, dia berharap bisa selesai secepatnya. Hasil kajian akan disampaikan ke Bupati Pacitan Indartato untuk mengambil keputusan. Sakundoko meminta cakades Watukarung, khususnya nomor urut 2, percaya kajian yang dilakukan. ‘’Kami takut pada aturan. Kalau statement atau pressure tidak. Perda dan perbup acuannya. Hanya itu,’’ ungkapnya. (odi/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here