Ngawi

Gigit Jari gara-gara Pandemi, Toko Perlengkapan Sekolah Kini Sepi Pembeli

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Tahun  ajaran baru biasanya menjadi berkah bagi para pedagang perlengkapan sekolah. Namun, tahun ini mereka terpaksa gigit jari. Alih-alih dagangan laris manis, pandemi Covid-19 mengakibatkan penjualan seret.

‘’Mungkin karena belum ada kepastian kapan masuknya. Jadi, banyak orang tua masih menunda membeli keperluan sekolah,’’ kata Sardi Idris, salah seorang pedagang perlengkapan sekolah, Minggu (5/7).

Sardi menyebut, pandemi korona benar-benar memukul usahanya. Tidak tanggung-tanggung, omzet menurun hingga 50 persen lebih. Jika sebelum pandemi dia mampu memperoleh Rp 15 juta dalam sebulan, saat ini hanya sekitar Rp 7 juta. ‘’Biasanya buka sampai malam, sekarang jam 12.00 sudah tutup,’’ ujarnya.

Sepinya pembeli juga dirasakan Ellysa Margareta, pemilik toko sepatu. Biasanya, setiap momen ajaran baru omzet tokonya mengalami kenaikan hingga tiga kali lipat dari hari-hari biasa. Namun, kali ini jauh dari angka itu. ‘’Biasanya sehari omzet mencapai Rp 12 juta, sekarang separonya saja tidak ada,’’ sebutnya.

Sejatinya, Ellysa telah memasang harga diskon hingga 50 persen untuk menyiasati sepinya pembeli. Namun, hal itu tidak banyak membantu. ‘’Mudah-mudahan segera ada kejelasan kapan pelajar masuk sekolah,’’ harapnya. (mg1/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close