Ghani Minto Raup Pendapatan Puluhan Juta dari Google AdSense

44
YOUTUBER: Ghani Minto bersamaanggota komunitas Konten Kreatif Desa Kepel.

Media digital semakin nge-hits. Keberadaannya banyak dipakai untuk sarana promosi. Seperti dilakukan Komunitas Konten Kreatif Desa Kepel. Para anggotanya yang rata-rata juga YouTuber juga berlomba menghasilkan karya. Semuanya berawal dari ajakan Ghani Minto.

—–

FATIHAH IBNU FIQRI, Kare

YOUTUBE bak menjadi surga bagi mereka yang ingin hits sekaligus mendapat penghasilan dari Google AdSense. Sudah banyak contohnya. Seperti YouTuber sukses seperti Bayu Skak, Pak Ndul, dan masih YouTuber lainnya. Namun, bukan sembarang konten yang disuguhkan.

Ada beberapa hal yang memang perlu diperhatikan bagi konten kreator untuk ditayangkan di channel YouTube. Baik dari isinya, kata-kata, dan kualitas video yang bagus pun juga menjadi nilai plus.

Dari Kabupaten Madiun, ada nama Ghani Minto. Sudah dua tahun pemuda Desa Kepel, Kecamatan Kare itu bergelut dengan dunia konten kreatif. Dari kemampuanya menjadi videographer itu, dirinya sudah meraup pendapatan dari Google AdSense. Dia tak menyebut nominal pastinya, namun diakuinya kalau sudah puluhan juta. ’’Dan saya tidak ingin kalau peluang seperti ini tidak saya beritahukan pada para pemuda yang ada di desa saya,’’  ujar reviewer ponsel pintar tersebut.

Seakan selaras dengan angan-angannya, wilayah desanya juga menjadi desa wisata. Jelas, butuh banyak promosi agar desanya bisa dikenal. Sehingga, para wisatawan pun mau berkunjung. Motivasi inilah yang juga dijadikannya untuk membakar semangat para pemuda di desa setempat untuk mulai berkreasi. Tak hanya YouTube, tapi juga di media sosial lain termasuk Instagram. ‘’Instagram ini untuk mencari traffic meski jangkauannya tidak seluas YouTube,’’ ungkap Ghani.

Hingga akhirnya, pada akhir tahun 2017 ada lima orang konten kreator asal desa setempat pun mulai termotivasi. Salah satunya Kepala Desa Kepel Sungkono. Namun, tak hanya tentang pariwisata saja yang disuguhkan para konten kreator. Tapi, semua aspek yang ada di Desa Kepel. Hal tersebut pun yang menjadikan mereka kaya akan bahan untuk dijadikan video. ’’Mereka bebas mau mengeksplore apa saja yang ada di desa mereka,’’ kata warga Dusun Giringan itu.

Tentu, meski sudah senior di dunia videografi, Ghani sudah paham betul cara-cara membuat konten dengan alat-alat yang canggih. Pun, hasilnya pun juga lebih bagus jika menggunakan peralatan tersebut. Namun, dia kadang justru memilih untuk merekam video menggunakan ponsel pintarnya. Baginya, meski belum memiliki peralatan yang canggih untuk merekam video, semua konten kreator tak akan terbatasi. ’’Itu juga saya jadikan motivasi untuk para pemuda yang ingin membuat konten meski belum memiliki kamera dan peralatan canggih yang lain,’’ terang Ghani.

Hingga saat ini sudah ada sekitar 50 anggota komunitas tersebut. Pun, sebagian besar dari mereka sudah ada yang mendapat penghasilan dari Google AdSense. Penghasilannya juga bervariasi, ada yang ratusan ribu rupiah hingga sekitar Rp 50 juta. Namun, dia tetap mengedepankan untuk terus berbagi pengalaman. Baik tentang mengambil video atau pun mengenai hal – hal yang terkait Google AdSense. ‘’Ya siapapun yang longgar bisa sharing bareng-bareng,’’ katanya.

Sampai sekarang mereka tak hanya menggarap konten untuk ditayangkan di YouTube saja. Tapi, termasuk dengan promosi-promosi. Sebagian dari mereka sudah ada yang mendapatkan sponsorship dan berkewajiban untuk melakukan video iklan. Tentu, hal itu juga dapat menambah penghasilan mereka di luar Google AdSense. Ghani juga kerap membantu mereka untuk menggarap video – video semacam itu. ‘’Karena untuk iklan seperti ini hasilnya harus maksimal,’’ katanya.

Dia yakin kalau dengan anggota komunitas konten kreatif ini bakal terus bertambah. Pasalnya, peluang tersebut kian terbuka lebar. Semakin lama dunia digital tidak akan ditinggalkan. Sheingga dia yakin siapapun bisa menjadi konten kreator yang bisa dapat banyak penghasilan dari unggahannya dalam YouTube. Pun, mereka juga harus tetap mematuhi peraturan kalau tak ingin channel di banned. ‘’Kini YouTube juga semakin ketat, sekali melanggar bisa – bisa dicut,’’ katanya. *****(ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here