Geser Bakesbangpol, Arpus Kian Lapang

67

MAGETAN – Pihak Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Arpus) Magetan siap boyongan. Seiring kepindahan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) ke Jalan Tripandita, eks gedung dewan akhirnya menjadi milik perpustakaan sepenuhnya. Rencananya, ruang pelayanan perpustakaan bakal diturunkan ke lantai 1. Sedangkan lantai 2 bakal difokuskan menjadi ruang staf. ’’Tapi, butuh renovasi dulu sebelum dipindah,’’ kata Pelaksana tugas (Plt) Dinas Arpus Magetan Gatot Sapto Priyono.

Lantai 1 yang ditinggalkan Eko Muryanto disekat-sekat. Sehingga, harus dihilangkan untuk dijadikan perpustakaan yang lapang. Penataannya akan tampak berbeda dibanding pada lantai 2. Ruang baca bagi pengunjung bakal didekatkan jendela. Sedangkan rak buku penyimpanan bakal ditempatkan pada sisi tengah ruangan. Ruang baca anak yang selama ini menjadi satu dengan ruang baca dewasa, juga akan dipisahkan. Sehingga, pengunjung anak-anak bisa leluasa membaca sambil bermain. ’’Tata ruang akan berubah,’’ ungkapnya.

Ada alasan kenapa Gatot memilih untuk memindahkan layanan perpustakaan dari lantai atas ke lantai bawah. Keberadaan perpustakaan di lantai 2 itu rupanya tidak efektif. Terutama bagi pengunjung anak-anak. Membutuhkan pendamping saat anak-anak itu menaiki tangga. Lantai 2 juga menghambat para pengunjung yang sudah lanjut usia (lansia). Mereka enggan berjalan menaiki tangga. Maklum, usia sudah senja. ’’Supaya pengunjung lebih mudah menjangkau perpustakaan,’’ jelasnya.

Tangga utama menuju lantai atas itu akan dibongkar. Sehingga, tidak menutupi pintu masuk perpustakaan. Sebagai gantinya akan dibangun tangga sebagai akses pegawai dinas arpus yang lebih kecil pada sisi dan kanan tangga yang kini eksis. Untuk menampilkan perpustakaan itu, pagar yang mengelilingi gedung juga akan dibongkar. Dari Jalan Basuki Rahmat barat, bangunan itu akan tampak. Selama ini terhalang oleh pagar yang tinggi. Papan nama juga seadanya. Malah yang tampak adalah papan nama Bakesbangpol Magetan. untuk memasuki perpustakaan harus berbelok ke Jalan Thamrin terlebih dahulu. ’’Pengunjung masuk langsung ke area parkir, dari jalan raya,’’ katanya.

Namun, pelaksanaan renovasi itu, Gatot  masih belum mengetahuinya. Dia menyerahkannya kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Magetan yang menangani. Informasi yang diterimanya, saat ini masih dalam tahap perencanaan. Bukan hanya lantai 1 yang akan direnovasi, melainkan lantai 2. Kondisinya cukup memprihatinkan. Banyak plafon yang jebol dan dibiarkan begitu saja. Lampu yang mati juga tak pernah diganti. ’’Karena lokasinya terlalu tinggi, tidak ada tukang yang berani memperbaiki,’’ bebernya.

Untuk memulai renovasi itu, Rabu (6/3) Gatot bakal mempertemukan Bupati Magetan Suprawoto dengan para pengunjung perpustakaan. Sehingga, Pemkab Magetan bisa mengetahui apa yang menjadi keinginan masyarakat. Seperti apa perpustakaan yang didambakan oleh pengunjung. Hasil rembukan antara Kang Woto –sapaan bupati Magetan– dengan para pengunjung akan dikombinasikan dengan perencanaan yang digawangi DPUPR Magetan. ’’Renovasi sesuai kebutuhan,’’ sebutnya. (bel/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here