Geruduk Pemkab, Warga Tanjungsepreh Pertanyakan Pendirian Izin Toko Modern

177

MAGETAN – Izin pendirian toko modern di Desa Tanjungsepreh, Maospati, dipertanyakan owarga setempat. Selasa (5/3) pagi, mereka mendatangi kantor DPMPTSP untuk mempertanyakan izin usaha pendirian toko waralaba tersebut. “Kami ingin toko modern itu ditutup,” ujar Dondi Bambang, salah seorang warga.

Sejatinya, warga sudah berulang kali mendatangi DPMPTSP. Mereka menganggap toko modern itu bagian dari minimarket berjejaring. Namun, karena jaraknya terlalu dekat dengan pasar tradisional dan toko kelontong, warga menolak. DPMPTSP memberikan waktu hingga 3 bulan sejak awal tahun 2018 lalu untuk mengganti ritel minimarket menjadi toko modern tidak berjejaring.

“Sekarang memang tidak ada label Indomaret-nya, tapi itu Indomaret. Barangnya bertuliskan Indomaret,” jelasnya.

Kepala DPMPTSP Magetan Sunarti Condrowati mengaku masih butuh waktu untuk mengetahui duduk permasalahan pengoperasian toko modern tersebut. Mengingat, dia belum lama menjabat sebagai kepala DPMPTSP.

Namun, pendirian toko modern itu, kata dia, sudah berizin. “Ini masukan buat kami. Akan kami tindaklanjuti,” terangnya. (bel/her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here