AdvertorialMadiun

Gerakkan Ekonomi Kerakyatan, Bank BRI Gelar Pelatihan

Diikuti Ratusan Pelaku UMKM se-eks Karisidenan Madiun

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) kembali menunjukkan komitmennya. Sebagai penggerak ekonomi kerakyatan, Bank BRI menggelar pelatihan kepada 10 ribu pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) melalui program corporate social responsibility (CSR) BRI Peduli. Tak main-main, pesertanya tersebar di seluruh Indonesia.

Pimpinan Wilayah BRI Malang, Agus Suprihanto  mengungkapkan jika kegiatan pelatihan bertujuan untuk meningkatkan kapabilitas pelaku UMKM di tanah air. Pelaku UMKM bakal mendapatkan pelatihan terkait administrasi dan menejemen keuangan, pelatihan terkait e-commerce, akses informasi terhadap permodalan hingga informasi pasar. Harapannya pelaku UMKM binaannya menerapkan konsep go modern, go digital dan go global dalam mengelola usahanya. “ Program ini diikuti oleh pelaku UMKM. Termasuk UMKM cluster unggulan daerah juga BUMDes,” ungkapnya.

Lanjutnya, pelatihan 10 ribu pelaku UMKM tersebut salah satu program CSR BRI Peduli yang digelar untuk merayakan hari ulang tahun BRI ke-124. Tepatnya tanggal 16 Desember mendatang. Sedangkan pelatihan digelar di 100 lokasi berbeda. Tiap lokasi diikuti 100 peserta. Seperti di Madiun, sebanyak 100 pelaku usaha UMKM se-eks Karisidenan diundang. Lokasinya di Bima Ballroom Aston Madiun. ‘’ Semoga seluruh rangkaian materi bisa diterima dengan baik dan dapat mengalami peningkatan dibidang UMKM, ’’ tuturnya.

Menurutnya pelatihan tersebut juga menunjukkan komiteman Bank BRI sebagai agent of development. Membangun ekonomi kerakyatan melalui keselarasan berbagai bidang. Baik sosial, budaya dan lingkungan hidup seperti yang selalu diupayakan di program CSR Bank BRI.  Diantaranya pembangunan dan perbaikan 200 rumah layak huni, program padat karya di 50 lokasi hingga konservasi kawasan sungai di 19 wilayah. ” Dengan begitu kehadiran kami semakin memberikan kontribusi yang lebih besar pada ekonomi kerakyatan yang dihasilkan dari keselarasan antara kepentingan ekonomi, sosial dan lingkungan hidup,” pungkasnya. (afi/odi/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close