Gepeng dan ODHA Nyaman Tinggal di Liposos

131

MEJAYAN – Lingkungan Pondok Sosial (Liposos) di Desa Sambirejo, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun, sudah lama beralih fungsi. Bangunan milik Dinas Sosial (Dinsos) Jawa Timur itu lama tak digunakan untuk pelatihan bagi para penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS).

Hampir 20 tahun terakhir, kawasan itu tak lagi digunakan untuk merehabilitasi. Tetapi, digunakan sebagai tempat hunian yang kondisinya tergolong kumuh. Sekitar 60 kepala keluarga (KK) penghuninya sebatas menempati tanpa berhak memiliki. ‘’40 di antaranya terdaftar sebagai warga Sambirejo,’’ kata seorang relawan liposos yang namanya enggan dikorankan.

Sejak sudah tidak difungsikan, para PMKS memang langsung menempati sekitar 20 kamar dari 10 bangunan mes di liposos. Ada juga yang menempati bagian dapur. Relawan itu mengatakan bila para penghuninya turut bertanggung jawab. ‘’Nggak cuma gepeng (gelandangan dan pengemis, Red). Juga, ODHA (orang dengan HIV/AIDS, Red),’’ ujarnya.

Relawan itu menyebut, sebanyak delapan ODHA yang turut tinggal di lingkungan yang secara administrasi masuk RT 27 RW 01 tersebut. Dia pula yang selama ini memperhatikan kesehatan mereka. Lantaran kebanyakan dari ODHA itu merupakan orang-orang buangan yang diasingkan keluarga. ‘’Mereka memang butuh pendampingan. Di sini kami gantian merawat mereka,’’ tuturnya.

Dalam kesempatan sama, salah seorang ODHA mengaku sudah lama tinggal di liposos. Dia pun merasa mendapat banyak perhatian selama tinggal di lingkungan ini. Bahkan, dia selalu diingatkan agar rutin meminum obat ARV. Kini, kekebalan tubuhnya sudah meningkat hingga 700 dari sebelumnya hanya 350 dari normalnya 1.000. ‘’Saya nyaman di sini karena guyub dan lebih menghargai kami,’’ katanya.

Perlakuan positif yang didapatkan itu pula yang membuat nyaman dan percaya diri. Meski lingkungan yang dihuninya tergolong kumuh, mereka tak lagi merasa dikucilkan. Perasaan nyaman itu dirasakan hampir seluruh ODHA yang tinggal di liposos. ‘’Di sini, kami juga mendapatkan pemeriksaan medis dari dinas tiga bulan sekali,’’ ungkapnya. (mg4/c1/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here