Pacitan

Geopark Gunungsewu dalam Radar UNESCO Global Park

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan  Pamor Pacitan di mata dunia belum hilang. Setidaknya, Geopark Gunungsewu dianggap masih layak masuk jaringan UNESCO Global Geopark (UGG) hasil Asia Pasific Geopark Network Symposium 2019. Namun, hasil resmi sidang di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), akhir pekan lalu itu baru diumumkan April 2020. ‘’Tepatnya dalam forum UGG di Jeju, Korea Selatan,’’ kata Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Pacitan Daryono Kamis (12/9).

Daryono mengetahui Geopark Gunungsewu masih layak menjadi bagian UGG dari Sekretaris Dinas Pariwisata Gunung Kidul, Jogjakarta, Hary Sukmono. Koleganya itu hadir dalam simposium. ‘’Karena wilayah Geopark Gunungsewu meliputi tiga daerah. Gunung Kidul, satu di antaranya,’’ ujarnya.

Dia menyebut, dua asesor perwakilan UNESCO datang ke kawasan Geopark Gunungsewu Pacitan pada 22–25 Juli lalu. Tim kecil itu melakukan revalidasi dan evaluasi. Hingga akhirnya keluar rekomendasi terkait aspek pembenahan. ‘’Akan disampaikan saat pengumuman resmi di Korea Selatan,’’ tuturnya.

Menurut Daryono, UGG Gunungsewu masih layak karena memenuhi sejumlah kriteria. Di antaranya kondisi alam yang masih terjaga, sebagai sumber edukasi, dan meningkatkan ekonomi warga. ‘’Aspek geologi hingga kesejahteraan masyarakat di sekitar Geopark Gunungsewu,’’ sebutnya.

Diketahui, dua asesor UNESCO memvalidasi ulang tiga geosite di Pacitan. Tiga lokasi itu kawasan Pantai Pancer Door, Pantai Klayar, dan Situs Song Terus. Tujuannya memastikan kelayakan Geopark Gunung Sewu dalam jaringan UGG. (odi/c1/cor)a

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close