Madiun

Genangan Air Meluber, Tutup Jalur Alternatif

MADIUN – Banjir masih meneror Kabupaten Madiun. Hujan seharian sejak Minggu (28/4) mengakibatkan munculnya genangan air hingga kedalaman 50 sentimeter di puluhan rumah di tiga desa Kecamatan Madiun dan Wungu. Peristiwa tersebut merupakan yang pertama kali sejak aliran Kali Piring meluap pasca banjir dahsyat awal Maret lalu. ’’Ini yang terparah,’’ kata Suparni, warga Desa Sendangrejo, Madiun, kemarin (29/4).

Hujan deras di wilayah itu mengguyur selama 19 jam sejak pukul 14.30, Minggu. Gerimis baru reda ketika subuh. Rumah warga mulai tergenang air sekitar pukul 02.30 dini hari. Kedalaman bervariasi dari 10 sentimeter hingga 30 sentimeter bergantung ketinggian bangunan rumah warga. Karena debit air meninggi, genangannya meluber hingga jalan alternatif Kota Madiun–Kabupaten Madiun. Kondisi tersebut membuat repot para pengguna jalan. ’’Saya sudah setengah jam menunggu air surut,’’ ungkap Budi Hartono.

Hingga pukul 08.00, genangan air sepanjang 100 meter masih menutupi ruas jalan yang bersebelahan dengan jalur kereta api tersebut. Kurang dari 10 menit, setidaknya ada lima pengendara nekat harus gigit jari. Motor mereka mogok di tengah perjalanan menerjang genangan sedalam 50 sentimeter. Satu unit perahu karet badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) yang didatangkan tidak bisa membuat warga bersabar. Karena petugas harus menyeberangkan bergantian. Sejumlah pelajar SD dan petani menuntun sepeda lewat jalur kereta api. ’’Saya baru berani menyeberang kalau air sudah surut,’’ ujar Budi.

Warga Desa/Kecamatan Mejayan yang dalam perjalanan berangkat kerja ke Kota Madiun itu enggan putar balik. Sebab, harus memutar lewat jalan lain sejauh lima kilometer. Dia telah memberitahu atasannya terlambat datang karena terjebak banjir. ‘’Tadi (kemarin) sebetulnya sudah menebak kalau jalan kebanjiran karena hujan deras. Tapi, perkiraannya kedalaman tidak setinggi ini,’’ katanya.

Banjir juga merendam permukiman di Desa Sumberejo. Salah satunya rumah Sulasmi, 64. Dia bersama keluarganya tidak bisa melanjutkan tidur nyenyak sejak pukul 02.30. Air yang masuk dari dapur terus meninggi. Kemudian meluas hingga ke kamar dan ruang tamu. Genangan perlahan surut mulai pukul 08.30. Dia bersama tetangga membersihkan lumpur dan kotoran-kotoran yang terbawa air. (cor/ota)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close