Siswa SD Tewas di Kolam Renang, Penyebabnya Mengejutkan

172

MEJAYAN – Dwi Pradana Putra, 10, siswa SDN 2 Bandungan Saradan ditemukan tengkurap tak bernyawa seusai berenang. Di Kolam Renang Tirta Wulandari, Kaligunting, Mejayan, Kabupaten Madiun, kemarin (10/4).

Bukan karena tenggelam, pihak kepolisian mengungkapkan kalau bocah yang dikenal cekatan di sekolah itu tewas karena penyumbatan saluran pernafasan. Hasil pemeriksaan tim medis Puskesmas Mejayan dan RSUD Caruban korban dinyatakan tersedak. ‘’Ada air liur dan penyumbatan di rongga pernapasan,’’ ungkap Kapolsek Mejayan Kompol Pujiono.

Sekitar pukul 09.00, Indra Setiabudi (guru SDN 2 Bandungan) dan Agung Pamungkas (penjaga kolam renang) masih sempat melihat korban bermain. Kemudian, lanjut Pujiono, saksi mendapati bocah itu tengkurap di luar kolam. Tepatnya, di area bermain. Dipastikan, tak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Pun, sebelum berenang korban bersama guru dan siswa lain sempat pemanasan dengan berlari kecil mengelilingi kolam hingga dua kali. ‘’Setelah berenang, korban masih  sempat terlihat bermain bersama temannya sambil makan jajan,’’ terangnya.

Kasek SDN 2 Bandungan Insih Windiyati mengaku turut kehilangan atas kepergian salah satu anak didiknya tersebut. Putra pasangan Bani dan Kamerani itu tergolong siswa yang tanggap dalam setiap mata pelajaran. ‘’Tidak nakal dan suka mendekati guru untuk bertanya. Almarhum suka pelajaran Matematika,’’ tandasnya. (fat/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here