Ponorogo

Gelar Latgab Jelang Pilkada, Enam Polres Siap Hadapi Massa

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Pemilu kepala daerah (pilkada) serentak semakin dekat. Aparat kepolisian tak ingin pesta demokrasi lima tahunan itu tercederai. Untuk pencegahan, Senin (20/7) mereka menggelar latihan gabungan (latgab) pengendalian massa di Stadion Batoro Katong, Ponorogo.

Latgab diikuti seluruh kepolisian resor (polres) di jajaran korwil V. ‘’Ada tiga daerah di korwil V yang tahun ini menghadapi pilkada serentak. Latihan gabungan ini sebagai antisipasi,’’ kata Kapolres Ponorogo AKBP Mochamad Nur Azis.

Sekitar 660 personel dari enam polres ambil bagian. Instrukturnya dari Satuan Brimob Polda Jatim. Latgab diisi pembekalan terkait pengendalian massa (dalmas). Mulai teknik negosiasi hingga pengendalian situasi tingkat lanjut. ‘’Cara menghadapi massa, itu materi yang dilatih,’’ sebutnya.

Pun dibahas sejumlah skenario. Termasuk kemungkinan mendatangkan bantuan personel dalam pengamanan pilkada mendatang. Azis menyebut, pihaknya telah berkoordinasi dengan sejumlah polres tetangga. ‘’Backup personel untuk Pilkada Ponorogo dari Madiun, kota atau kabupaten,’’ jelas Azis.

Azis menambahkan, pilkada tahun ini digelar di tengah pandemi Covid-19. Karena itu, proses pengamanan dan penyelenggaraan pilkada oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) juga akan berbeda. Menyesuaikan protokol pencegahan Covid-19. ‘’Khususnya Ponorogo, Pacitan, dan Ngawi, yang akan menghadapi pilkada serentak. Perlu disiapkan sejak dini,’’ tuturnya. (naz/c1/sat)

Pilkada Jangan Sampai Jadi Klaster Penularan

PENERAPAN protokol pencegahan Covid-19 dalam pencocokan dan penelitian (coklit) jadi atensi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Ponorogo. Petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP) wajib mematuhinya. ‘’Segera beradaptasi dengan kebiasaan baru agar kita semua bisa terhindar dari Covid-19,’’ kata anggota Bawaslu Jatim Muh. Ikhwanul Alfianto Senin (20/7).

Ikhwan memantau proses coklit di sejumlah titik di Bumi Reyog beberapa waktu lalu. Dia didampingi Komisioner KPU Jatim Insan Qoriawan, serta sejumlah perwakilan bawaslu dan KPU Ponorogo. Menurut dia, PPDP dalam menjalankan tugas perlu membiasakan diri dengan protokol Covid-19.

Ikhwan menambahkan, coklit sangat penting dalam memastikan akurasi data pemilih pada Pemilu Kepala Daerah (Pilkada) 2020. Pilkada di tengah pandemi, lanjut dia, berisiko bagi masyarakat maupun penyelenggara. ‘’Jadi, perlu dipastikan protokol kesehatan betul-betul ditegakkan dalam coklit di Ponorogo,’’ tegas eks ketua KPU Ponorogo itu.

Ikhwan berharap, pilkada tidak jadi klaster baru penyebaran Covid-19 di Ponorogo dan daerah lain. Untuk itu, perlu pembiasaan petugas di lapangan, juga masyarakat yang akan menyalurkan hak pilihnya. ‘’Protokol kesehatan harus dipatuhi. Harapannya pilkada dapat berjalan baik dan berkualitas. Penyelenggara dan masyarakat sehat dan selamat,’’ ucapnya. (naz/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close