Madiun

Gelap-gelapan Jalur Rawan Tabrakan

Tiga Penyeberang Jalan Tewas di Ruas Bagi

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Jalan Raya Madiun-Surabaya masuk Desa Bagi, Kecamatan/Kabupaten Madiun, tidak ramah bagi penyeberang jalan. Setidaknya, dua kecelakaan lalu lintas (laka lantas) terjadi di jalur itu tahun ini.

Selain dua karyawan PT Inka Multi Solusi (IMS) yang tewas ditabrak mobil Kijang Innova Rabu (7/10), ada pekerja proyek hilang nyawa ditabrak motor beberapa waktu lalu. Warga setempat menduga penyebabnya lampu penerangan jalan umum (PJU) yang minim. ‘’Kejadiannya juga malam hari,’’ kata Sulami, warga setempat.

Sulami berharap kejadian tewasnya tiga pejalan kaki itu dapat dijadikan pembelajaran oleh pihak terkait. Yakni, menambah lampu PJU. Pasalnya, aktivitas pejalan kaki di ruas itu terbilang ramai. ‘’Sering pekerja proyek dan karyawan IMS ke warung seberang jalan saat jam istirahat,’’ ungkapnya.

Kasatlantas Polres Madiun AKP Bayu Ariaji tidak memungkiri ruas Desa Bagi gelap saat malam. Pihaknya segera berkoordinasi dengan instansi vertikal untuk tindak lanjutnya. Seperti Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah XI Jawa Timur, Dinas Perhubungan (Dishub) Jatim, serta Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Jatim. ‘’Kami akan melakukan survei bersama,’’ ujarnya.

Bayu menyebut bahwa Darmono, pengemudi mobil Innova, ditetapkan tersangka. Warga Kelurahan/Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun, itu diduga lalai dalam berkendara. Hingga menyebabkan hilangnya nyawa Hari Purnomo, 26, warga Desa Sukosari, Dagangan, Kabupaten Madiun, dan Moch. Syaifulloh, 29, asal Kelurahan Mojorejo, Taman, Kota Madiun. ‘’Posisi menyeberang sudah benar di zebra cross,’’ ucapnya.

Pengadaan Lampu Terganjal Wewenang

Minimnya lampu penerangan juga disadari dinas perhubungan (dishub) setempat. Namun, organisasi perangkat daerah (OPD) itu tidak punya kuasa mengambil langkah cepat penanganan.

Penyebabnya, ruas itu berstatus jalan nasional. ‘’Kami tidak punya wewenang untuk melakukan pengadaan lampu PJU (penerangan jalan umum, Red),’’ kata Kabid Lalu Lintas Dishub Kabupaten Madiun Aksien Muharom.

Aksien telah berkoordinasi dengan PT Inka Multi Solusi (IMS) Madiun, perusahaan tempat bekerja dua penyeberang yang tewas karena kecelakaan di ruas tersebut. Perusahaan itu minta bantuan dan izin pengadaan mandiri PJU dan rambu lalu lintas. ‘’Kami bantu secara teknis,’’ ujarnya.

Dishub memetakan titik rawan laka lantas di Jalan Raya Madiun-Surabaya masuk Kecamatan Madiun dan Balerejo. Selain minim penerangan, karakteristik jalan tersebut lebar. Sehingga, pengendara cenderung terlena untuk memacu kendaraannya. ‘’Pengguna jalan harus hati-hati ketika melintas di sana,’’ pesan Aksien.

Dia menyebut, ada rencana pembangunan median jalan dan traffic light di perempatan Jogobayan, Tiron. Pihaknya sudah mendapat lampu hijau dari pemprov dan pusat. Namun, proyek yang rencananya digeber tahun ini harus tertunda karena pandemi Covid-19. ‘’Anggaran kena refocusing,’’ ujarnya. (mg4/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

?php /** * The template for displaying the footer * */ defined( 'ABSPATH' ) || exit; // Exit if accessed directly do_action( 'TieLabs/after_main_content' ); TIELABS_HELPER::get_template_part( 'templates/footer' ); ?>
Close