Gedung Hemodialisis RSUD Caruban Belum Bermanfaat

181

MEJAYAN – Ruang hemodialisis RSUD Caruban belum bermanfaat. Gedung senilai Rp 3,1 miliar itu baru bisa difungsikan akhir tahun. Atau selambatnya tahun depan. Institusi layanan kesehatan garapan PT Rajawali Sakti Abadi tahun lalu itu masih menyiapkan sumber daya manusia (SDM). ‘’Masih menyiapkan perawatnya,’’ kata Direktur Utama RSUD Caruban Djoko Santoso kemarin (23/2).

Sebanyak 15 perawat yang disiapkan masih perlu mengikuti pelatihan. Pembelajaran keterampilan itu demi memperoleh sertifikat pelayanan rawat hemodialisis. Sebab, penanganan pasien cuci darah merupakan pelayanan khusus dan spesifik. Pelatihan selama tiga hingga enam bulan. Pelatihan serupa juga diberlakukan bagi dokter spesialis. ”Rencana pemberian pelatihan dilakukan tahun ini di RSUD dr Soedono,” ujarnya kepada Radar Mejayan.

Kebutuhan belasan perawat itu menyesuaikan kapasitas 15 tempat tidur. Hitung-hitungannya, satu tenaga medis akan merawat satu pasien ketika jumlah bed-nya terisi penuh. Mereka merupakan tenaga medis yang sehari-hari berkecimpung di instalasi gawat darurat (IGD). Tenaga berstatus aparatur sipil negara (ASN) dan kontrak itu dipindah ke ruang hemodialisis karena dipandang sudah cakap. Sebetulnya sudah memiliki kompetensi pelayanan cuci darah. Namun, karena rumah sakit membuka ruang pelayanan khusus, kemampuan itu harus diperkuat sertifikat. ”Konsekuensinya nanti akan mencarikan tenaga baru sebagai pengganti yang digeser di hemodialisis,” tuturnya.

Bagaimana dengan peralatan operasionalnya? Djoko menyebut bakal menggandeng pihak ketiga untuk pemenuhan fasilitas tersebut. Membuat memorandum of understanding dalam sejumlah hal. Mulai pengadaan peralatan, perawatan berkala, hingga pembagian keuntungan. Peralatan tersebut bakal tersedia ketika ruang hemodialisis siap dioperasionalkan. Kerja sama itu perlu dilakukan karena kemampuan anggaran rumah sakit tidak memungkinkan untuk membeli sendiri. Harga perantinya miliaran dan perawatannya mahal. ‘’Paling pas dikerjasamakan,’’ tegasnya.

Gedung hemodialisis yang dibangun PT Rajawali Sakti Abadi itu ditarget beroperasional akhir tahun ini. Proyeksi itu disesuaikan dengan jangka waktu para perawat menjalani pelatihan. ”Selambat-lambatnya awal 2020,” pungkasnya. (cor/c1/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here