Grebeg Suro Dimulai! Event Budaya Gandeng Platform Indonesiana

181
HARI JADI KE-523: Jathilan dan Reyog Ponorogo membuka rangkaian Grebeg Suro 2019, Rabu malam (22/8).

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Gawe besar Ponorogo dimulai, Rabu malam (22/8). Hingga awal September nanti, Bumi Reyog bakal dipenuhi agenda kesenian, meramaikan Grebeg Suro 2019 dan Peringatan Hari Jadi ke-523 Ponorogo. ‘’Grebeg Suro adalah wujud rasa syukur warga Ponorogo dalam menyambut Muharam,’’ kata Bupati Ipong Muchlissoni saat membuka rangkaian Grebeg Suro di alun-alun Ponorogo, Rabu malam (22/8).

Sama seperti sebelumnya, sejumlah kegiatan menarik bakal tersaji. Di antaranya Festival Reyog Mini XVII yang digelar 22—25 Agustus dan Festival Nasional Reyog Ponorogo XXVI, 26—30 Agustus mendatang. Di samping kedua event yang menjadi daya tarik utama, juga digelar berbagai event budaya lain. Mulai dialog budaya, workshop membahas Joged Ponoragan, pergelaran wayang kulit, hingga ziarah di Makam Bathoro Katong, Astana Srandil, serta Petilasan Kutu Wetan. Rangkaian ditutup Larungan Telaga Ngebel, 1 September nanti.

Grebeg Suro kali ini, pemkab menggandeng Kemendikbud melalui Platform Indonesiana. Kerja sama dengan kementerian penting untuk mendukung kegiatan promosi di skala nasional. ‘’Ini bagian dari promosi, untuk menjual kegiatan dan pariwisata Ponorogo kepada warga di luar daerah,’’ terang bupati.

Ipong juga mengundang sejumlah mahasiswa asal Papua yang kini tengah berkuliah di Ponorogo. Ipong berharap mereka dan warga Ponorogo dapat saling menghargai dan menjaga toleransi satu sama lain. ‘’Di sini mereka tidak sendiri. Saudara mereka di Ponorogo senantiasa menerima dengan tangan terbuka,’’ ucap bupati.

Direktur Pembinaan Kepercayaan terhadap Tuhan YME dan Tradisi Kemendikbud Christriyati Ariani menyambut gembira rangkaian perhelatan Grebeg Suro 2019 dan Peringatan Hari Jadi ke-523 Ponorogo. Kemendikbud melalui Platform Indonesiana mendukung rangkaian event tersebut. Secara spesifik, Ariani antusias terhadap pelestarian tradisi dan budaya lokal seperti di Bumi Reyog. ‘’Kami menyambut gembira. Reyog Ponorogo menjadi ikon yang sudah dikenalkan sejak usia anak-anak,’’ ungkapnya. (naz/c1/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here