Gatal dan Masuk Angin Mulai Serang Pengungsi

113

MADIUN – Banjir juga merendam Desa Garon, Balerejo. Sejak Rabu siang (6/3) permukaan air mulai naik. Warga pun mengungsi ke tempat yang cukup tinggi di pinggir Jalan Raya Madiun-Surabaya. Kondisi semakin parah pada malam hari lantaran air makin tinggi. ‘’Semalam tidur di musala dekat jalan raya, karena rumah sudah terendam,’’ kata Supiyah, warga RT 13 RW 3 desa setempat.

Dia tidak bisa ke mana-mana. Apalagi anak dan suaminya sedang sakit. Anaknya demam dan suaminya gagal ginjal. Keduanya hanya bisa berbaring di kursi teras rumah. Dipan tidak bisa dipakai karena terendam banjir. Dia pun hanya bisa meminta bantuan ke pengguna jalan yang melintas. ‘’Sejak kemarin, makanan belum cukup,’’ ujarnya.

Dia dan pengungsi lain juga butuh obat-obatan. Terutama salep untuk gatal-gatal. Pun butuh minyak kayu putih lantaran mereka banyak yang masuk angin. Pakaian juga masih dibutuhkan. ‘’Kami juga butuh tempat yang layak karena tak bisa bertahan di sini terus,’’ tuturnya.

Suti, warga RT 14 RW 3 desa setempat, mengeluh tak bisa tidur lantaran  banyak nyamuk. Belum lagi tidak terbiasa dengan lingkungan dekat jalan raya. Belum lagi, Rabu malam masih hujan lebat. Beruntung, musala tempat mengungsi tidak terdampak banjir. ‘’Kami juga tak bisa masak, tidak ada bahan dan alatnya,’’ katanya.

Sementara itu, keberadaan dapur umum di sejumlah kecamatan terdampak banjir dinilai masih kurang. Sebab, jumlah pengungsi semakin bertambah. Hingga kemarin Pemkab Madiun mendirikan dapur umum di tiga titik. Yakni, di Desa Bajulan, Saradan; kantor Kecamatan Balerejo; dan balai Desa Klumutan, Saradan.

‘’Posko bencana di setiap kecamatan. Semua puskesmas konsentrasi untuk korban banjir,’’ kata Bupati Madiun Ahmad Dawami Ragil Saputro saat memimpin rapat koordinasi di kantor Kecamatan Balerejo kemarin (7/3). Sebelumnya, dia telah menetapkan status darurat bencana banjir mulai 6-19 Maret 2019.

Sementara Korlap Tagana Kabupaten Madiun Galih Hadi Suyoto menyatakan telah menyediakan nasi bungkus untuk pengungsi. ‘’Sekali produksi kami distribusikan  hingga 4.792 bungkus untuk penampungan di Balerejo. Jadi, per hari bisa sampai 15.000 bungkus,’’ sebutnya.

Nasi bungkus tidak hanya untuk pengungsi di penampungan. Namun juga diantarkan ke lokasi warga terdampak yang enggan dievakuasi. ‘’Banyak warga yang menolak dievakuasi dengan berbagai alasan, sehingga kami antarkan nasi bungkus ke titik terdampak,’’ ujarnya.

Sedikitnya 200 warga dievakuasi di Posko Penampungan Kecamatan Balerejo. Sutomo, penanggung jawab selter logistik Tagana Kabupaten Madiun, mengatakan, untuk kebutuhan logistik beberapa hari ke depan tidak ada masalah. Lantaran jumlah pengungsi yang terus bertambah, pihaknya berencana menambah satu dapur umum lagi. ‘’Kebutuhan logistik aman. Kami akan tambah satu dapur umum di Kecamatan Balerejo,’’ ungkapnya.

Di tempat terpisah, sebagian warga Desa Purworejo, Pilangkenceng, terdampak banjir, kembali ke rumah masing-masing kemarin (7/3). Sejak Rabu sore (6/3) lalu air surut. Mereka mengecek kondisi rumah yang ditinggal mengungsi. Pun mulai  membersihkan rumah dan perabot dari lumpur. ‘’Kami masih kesulitan air bersih. Sumur kami masih kotor,’’ kata Samidi, warga RT 20 RW 06 desa setempat.

Untuk kebutuhan makanan dan minuman mereka masih butuh bantuan. Sebab, peralatan memasak belum bisa digunakan. Selain itu, bahan makanan minim. Sehingga, kembali ke rumah hanya untuk mengecek kondisi dan mengamankan barang-barang yang masih bisa digunakan. ‘’Perabot terendam tapi gak seluruhnya,’’ ujarnya.

Sedangkan Suparti, warga RT 26 RW 08 desa setempat yang anaknya masih berumur dua tahun, memilih bertahan di rumah tetangga di RT 20 RW 06 yang tidak terdampak banjir. Dia dan puluhan pengungsi lain tidur di situ pada Rabu malam. ‘’Suami saya sudah pulang untuk bersih-bersih rumah,’’ katanya.

Dia takut pulang ke rumah lantaran rumahnya terendam lima meter. Saat kejadian dia bertahan di atas genting sejak tengah malam sampai pagi hingga tim SAR mengevakuasinya. ‘’Apalagi kemarin masih hujan. Kalau belum benar-benar aman, mending saya di sini. Kasihan anak saya,’’ ucapnya. (mg4/mgd/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here