Madiun

Gapura Rusak Disasak Truk Bumbu Masak

Insiden Mobil Muatan di Jalan Pahlawan

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun Gubrakk! Keramaian lalu lintas di Pahlawan Street Center dikejutkan truk boks yang menumbur gapura peringatan memakai masker. Laju mobil muatan dari arah utara itu mengakibatkan gapura yang dilengkapi penyemprot air tersebut nyaris tumbang sekitar pukul 12.30 Selasa (14/7).

Truk S 9147 WJ itu dikemudikan Kasdi, warga Mojokerto. Dia hendak berkirim bumbu masak ke Pasar Sleko. Nahas, ketinggian boks kendaraannya tidak muat saat melintasi pangkal Jalan Pahlawan tersebut. ‘’Sebenarnya saya sudah melaju pelan-pelan’’ kata sopir 61 tahun itu.

Dia tak mengira bila kendaraan yang dikemudikannya tak muat melewati gapura Pahlawan Street Center. Sepekan lalu dia juga telah melewati kawasan pusat keramaian Kota Madiun itu dan berhasil. Kali ini, Kasdi salah perhitungan. ‘’Nggak lihat ke atas. Lha wong biasanya bisa lewat. Ternyata sekarang ada tambahan grojogan. Akhirnya nyantol,’’ ujarnya.

Kanitlaka Satlantas Polres Madiun Kota Iptu Tri Wiyono menyatakan bahwa Kasdi lalai. Sesuai ketentuan, truk boks dilarang melintas dalam kota. Kecuali pengangkut logistik atau sembako yang mendapat rekomendasi dari dinas perhubungan (dishub) setempat. Boks muatan juga disebutnya telah dimodifikasi. ‘’Kalau ukurannya masih normal pasti bisa lewat. Tapi, truk itu tinggi boksnya ditambahi 40 sentimeter,’’ ungkapnya.

Atas kelalaian itu, pengemudi truk yang menyasak gapura diwajibkan mengganti kerugian materiil. Insiden di siang bolong itu cukup menyita perhatian. Gapura yang sejatinya untuk sterilisasi dan penyekatan itu tidak dapat difungsikan untuk sementara waktu. Lajur sebelah gapura yang semula ditutup sempat dibuka untuk memperlancar arus lalu lintas saat evakuasi. (kid/c1/fin)

Kamera Mata-Mata Siap Intai Pengendara

JANGAN kaget bila tiba-tiba mendapat kiriman ’’surat cinta’’ dari kepolisian meski sedang berada di rumah. Sebab, tilang elektronik atau electronic traffic law enforcement (E-TLE) mulai diujicobakan sebelum resmi diberlakukan di Kota Madiun, 22 Agustus mendatang.

Tilang elektronik memanfaatkan kamera cerdas atau closed-circuit television (CCTV). Dari sekian banyak CCTV yang dipasang di jalan protokol, hanya empat titik yang dipasangi kamera cerdas. Selain untuk menekan kecelakaan, kamera pengintai juga dimanfaatkan memata-matai pengendara yang tak mengenakan masker.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Madiun Ansar Rosidi membeberkan, ada sejumlah item pelanggaran yang dipantau. Mulai pelanggaran markah jalan, menerobos rambu, laju melebihi batas kecepatan, tidak memakai sabuk pengaman, dan tidak memakai helm. ‘’Kamera cerdas bisa meng-capture setiap pelanggaran. Hasil rekamannya jadi barang bukti,’’ terang Ansar.

Jumlah pelanggar lalu lintas di Kota Madiun cukup tinggi. Bahkan, sempat tercatat 1.600 pelanggaran pada Sabtu malam lalu (11/7). Untuk Selasa siang (14/7) tercatat 262 pelanggaran. ‘’Pelanggaran didominasi kendaraan roda dua. E-TLE ini mendorong pengendara patuh tanpa diawasi,’’ harapnya.

Dirlantas Polda Jatim Kombes Pol Budi Indra Dermawan mengapresiasi penerapan E-TLE. Penerapan tilang elektronik ini juga menegaskan bila kelak tak ada lagi pertemuan antara polisi dengan pelanggar yang kerap menuai perdebatan di jalan. ‘’Teknologi ini sangat membantu di saat kita harus membatasi kontak fisik di masa pandemi ini,’’ ujarnya.

Tidak tertutup kemungkinan sistem E-TLE bakal dikembangkan dan diterapkan di seluruh wilayah hukum di Jatim. Teknologi bakal menindak siapa pun tanpa memandang pangkat atau jabatan. ‘’Anak teman saya (polisi, Red) juga ditilang karena melanggar. Jadi, tidak pandang bulu,’’ ucapnya. (kid/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
close