Gantung Diri di Depan Gerbang Makam Desa

296

MADIUN – Warga Desa Singgahan, Kebonsari, Kabupaten Madiun, kemarin siang (5/3) sempat gempar. Itu terjadi setelah Rajiman, 80, warga RT 05 RW 01, ditemukan tewas gantung diri di depan gerbang makam desa setempat.

Tubuh Rajiman ditemukan menggantung dengan leher terjerat dhadhung oleh Probo, salah seorang warga, yang kebetulan melintas di sekitar tempat kejadian perkara (TKP). Awalnya Probo tidak yakin yang tergantung itu manusia. ‘’Setelah dicek ternyata orang. Lalu, minta tolong warga lainnya, diteruskan laporan ke pihak kepolisian,’’ kata Kapolsek Kabonsari AKP Sumarji.

Beberapa saat berselang, sejumlah polisi tiba di TKP bersama tim inafis dan petugas medis dari Puskesmas Kebonsari. Hasil olah TKP dan pemeriksaan medis tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan pada tubuh Rajiman. ‘’Meninggal murni akibat gantung diri. Pihak keluarga juga sudah menerima kejadian itu,’’ ujarnya.

Bersamaan itu, petugas mengamanakan sejumlah barang bukti. Di antaranya, topi warna abu-abu, kaus berkerah yang terdapat bercak darah, celana pendek cokelat, sepasang sandal jepit, dan sebuah tongkat bambu. Juga seutas tali plastik warna oranye dan hijau.

Informasi yang dihimpun, pada pagi hari Rajiman sempat ke rumah keponakan dan anaknya meminta uang untuk membeli kopi. Setelah itu, tiduran di musala tak jauh dari rumah. Karena itu, aksi nekatnya gantung diri di depan gerbang masuk makam menyisakan tanda tanya.

Sumarji menuturkan, hubungan Rajiman dengan keluarga selama ini cukup baik. Tidak ada masalah yang sampai memicu percekcokan. Hanya, kata dia, pihak keluarga menyebutkan bahwa Rajiman memiliki riwayat penyakit diabetes. ‘’Penyebab pastinya (gantung diri, Red) belum diketahui,’’ pungkasnya. (mg4/c1/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here