Ganti Onderdil Kelabui Petugas Uji Kir

65

PONOROGO –– Petugas di unit Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB) Ponorogo rentan dikelabui. Agar lolos uji kir, pemohon terkadang melakukan kecurangan. Seperti mengganti semua bagian kendaraan yang akan diuji dengan onderdil baru. ‘’Setelah keluar ternyata itu pinjaman. Kalau onderdil aslinya mungkin tidak lulus uji,’’ kata Muchammad Rodiatam, kepala UPT PKB Dishub Ponorogo.

Atam, sapaannya, tidak menampik kecurangan di lingkungan kerjanya tersebut. Pihaknya tidak dapat mengawasi sepenuhnya semua kendaraan yang telah melakukan uji kir. ‘’Selepas masuk dari pengujian kami tidak mungkin dapat mengawasi satu per satu kendaraan tersebut,’’ ujarnya.

Dia berharap, setiap pemohon mengikuti prosedur yang berlaku.  Meskipun sulit, harus dipahami bila uji kir erat hubungannya dengan keselamatan berkendara. ‘’Jangan dikira kami menyulitkan kemudian menggunakan jasa calo. Tidak ada ampun bagi kami, calo terus kami berantas,’’ tegasnya.

Sampai saat ini, pemohon uji kir terus membeludak. Dampak pelimpahan pelayanan PKB dari Kabupaten Madiun dan Magetan yang sejak tiga bulan terakhir dimoratorium lantaran tidak lolos akreditasi dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub). ‘’Terus terang kami kewalahan,’’ ungkap Atam.

Dampak pelimpahan itu, lanjut dia, membuat pelayanan PKB meningkat 100 persen. Dari biasanya hanya menerima uji kir 60 kendaraan menjadi 120 kendaraan per hari. ‘’Paling merepotkan ketika melayani kendaraan yang datangnya tengah hari,’’ imbuhnya.

Mempertimbangkan tingkat keausan kendaraan, uji kir idealnya dilakukan setiap enam bulan. Pengurusannya tidak ribet karena pemilik maupun sopir kendaraan cukup menyertakan berkas kelengkapan. Lantas diuji dengan menjalani serangkaian tes. Mulai uji emisi, lampu, rem, dan mesin kendaraan. Khusus untuk emisi, kendaraan produksi 2007 ke atas bahan bakar bensin dinyatakan lulus jika tak melebihi 1,5. Untuk tahun ke bawahnya maksimal 4,5. ‘’Kalau tidak lulus wajib diuji lagi,’’ jelas Atam. (mg7/c1/fin) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here