Ganggu Warga Desa Tetangga, Peternakan Ayam Terancam Ditutup

119

NGAWI – Peternakan ayam di Desa Bangun, Karangjati, Ngawi, terancam ditutup setelah beroperasi sejak sekitar enam bulan lalu. Itu setelah warga sekitar terganggu bau tak sedap dari peternakan tersebut. ‘’Setelah kami cek, izinnya memang belum keluar. Masih dalam proses,’’ kata Kabid Perizinan Usaha Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Ngawi Budiono kemarin (27/12).

Sebelumnya, petugas satpol PP dan DPMPTSP sudah meninjau peternakan tersebut. Itu setelah mendapat laporan dari warga Desa Jatipuro, Karangjati, yang mengeluhkan bau menyengat kotoran ayam. Kebetulan lokasi peternakan itu di perbatasan kedua desa dan permukiman warga. ‘’Hasil pantauan di lokasi, ekzos atau saluran pembuangan limbah udara mengarah ke desa tetangga. Bukan ke atas,’’ ujarnya.

Karena itu, Budiono meminta pemilik peternakan segera melengkapi berkas persyaratan perizinannya. Terutama, persetujuan dari warga sekitar yang merasa keberatan. Dia menyebut izin bakal diterbitkan jika situasi sudah kondusif. ‘’Jika belum kondusif masih bisa (diterbitkan) asal semua persyaratan yang ditentukan berdasarkan perundang-undangannya terpenuhi,’’ tegasnya.

Staf Bidang Perizinan Usaha DPMPTSP Ngawi Zaenal Arifin menambahkan, selama ini komplain warga terkait keberadaan peternakan ayam memang jarang terjadi. Dia mencatat hanya ada dua kali sepanjang tahun ini. Pertama di Kecamatan Geneng yang sudah klir. Kedua di Desa Bangun, Karangjati, ini. Lokasi yang salah diduga jadi pemicu peternakan dikomplain warga. ‘’Kalau yang lain di persawahan, tapi ini sangat dekat permukiman,’’ katanya.

Sedangkan Kasi Pembinaan Pengawasan dan Penyuluhan Satpol PP Ngawi Arif Setiyono mengatakan bakal segera menindaklanjuti hasil peninjauannya itu melalui koordinasi dengan pihak kecamatan setempat. Sebab, masalah itu melibatkan dua desa. Dia juga akan mengecek ke dinas terkait masalah perizinannya. Soal kemungkinan ditutup, dia belum berani menjawab. ‘’Kami akan koordinasi dulu dengan pihak-pihak terkait,’’ kelitnya.

Keluhan bau menyengat itu sebenarnya tidak hanya dirasakan warga desa tetangga. Suroso, warga yang tinggal di sebelah peternakan itu, juga mengeluhkan bau limbah. Menurut dia, warga setempat tidak masalah jika mau buka usaha peternakan di dekat permukiman. Asalkan tidak menimbulkan bau menyengat. ‘’Kami ingin baunya segera hilang. Itu saja,’’ ucapnya. (tif/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here