Gaji 8.046 PNS Naik, BPKAD Alokasikan Dana Miliaran

36

MAGETAN – Dompet para aparatur sipil negara (ASN) Pemkab Magetan kian tebal. Itu setelah 8.046 pegawai menerima kekurangan 5 persen kenaikan gaji pokok yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat pada Januari lalu Kamis (9/5).

Tahapan itu dapat berjalan setelah bupati Magetan menandatangani surat keputusan soal kenaikan gaji PNS tersebut. ‘’Mulai hari ini (kemarin, Red) sebagian ASN sudah menerima. Mungkin untuk yang belum masuk masih dalam antrean yang dilakukan oleh pihak bank,’’ kata Kepala BPKAD Magetan Suci Lestari.

Dia menjelaskan kebijakan itu mengacu pada PP 15/2019 tentang perubahan ke-18 atas PP 7/1977 tentang peraturan gaji PNS. Sementara, dalam SK yang diteken oleh bupati itu disebutkan bahwa pembayaran kekurangan 5 persen gaji pokok ASN itu terhitung mulai Januari–April 2019. Hanya terkait besaran penerimannya disesuaikan dengan golongan masing-masing pegawai. ‘’Jadi, total yang kami cairkan mencapai Rp 6,4 miliar,’’ ungkap Suci.

Namun demikian, Suci mengungkapkan bahwa untuk besaran kenaikan honor itu hanya untuk gaji pokok saja. Sedangkan, terkait penghasilan lain di luar gaji pokok disesuaikan berdasarkan tugas serta jabatan masing-masing ASN.

Dia juga menambahkan bahwa dalam pencairan itu sudah termasuk CPNS yang sebelumnya telah mendapat SK pengangkatan. ‘’Kalau untuk CPNS kekurangan kenaikan gaji terhitung mulai Maret dan April. Karena pada Mei semua ASN sudah terima penuh,’’ terangnya.

Lebih lanjut, Suci berharap dengan adanya pemberian kekurangan gaji pokok itu dapat meningkatkan kinerja pegawai. Sekaligus sebagai bentuk upaya pemerintah meningkatkan kesejahteraan pegawai. ‘’Tapi, tentunya itu harus diimbangi dengan perbaikan kinerja. Karena masih ada beberapa pegawai yang kerjanya kurang maksimal dalam melayani masyarakat,’’ tuturnya.

Di sisi lain, Suci menambahkan bahwa penilaian kerja seorang pegawai tidak hanya dilihat dari tingkat kehadiran saja. Tapi, juga dinilai dari kinerja dan penyelesaian tugas dalam struktur jabatan dinas masing-masing. Kondisi itu yang kemudian dianggap sebagai pertimbangan pemerintah pusat untuk memberikan kenaikan gaji bagi para PNS. ‘’Yang pasti banyak penilain yang dilakukan untuk bahan kelayakan kenaikan gaji,’’ ujarnya. (mgc/her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here