Gagas Ujian Nasional Berbasis Android, Solusi bagi Sekolah Minim Komputer

117

PONOROGO – Wacana penggunaan gawai android dalam pelaksanaan ujian akhir siswa SMA/SMK terus bergulir. Setelah dicuatkan Kadindik Jatim Saiful Rachman, android sedianya digunakan sebagai solusi bagi sekolah yang minim komputer. Khusus untuk ujian sekolah berstandar nasional atau USBN. Sementara untuk ujian nasional berbasis komputer (UNBK), peralatan yang digunakan tidak berubah. ‘’Khusus USBN rencananya memanfaatkan android,’’ kata Kacabdindik Jatim Wilayah Ponorogo Bambang Supriyadi, Jumat (18/1).

Rencana penggunaan android, kata Bambang, serius dipersiapkan oleh pemprov. Sebab, masih banyak sekolah yang belum mencukupi kebutuhan komputer. Termasuk sekolah swasta kecil. ‘’Untuk sekolah negeri, kami rasa sudah seratus persen siap. Tapi, untuk yang swasta, menggabung sekolah lain,’’ ujarnya. ‘’Nah, untuk USBN, alternatif solusi lain adalah android,’’ imbuh Bambang.

Namun, penggunaan android untuk USBN perlu dimatangkan. Sebab, tidak semua gawai milik siswa punya spesifikasi sama. Pun, aplikasi yang akan digunakan dalam pelaksanaan USBN juga belum tentu compatible. Belum termasuk teknis pengerjaan soal esai di USBN. Untuk itu, operator tiap-tiap sekolah (termasuk dari Ponorogo) rencananya akan dikumpulkan pemprov guna membahas persiapan teknis tersebut. ‘’Kemungkinan minggu depan,’’ sebut Bambang.

Lantas, bagaimana dengan UNBK? Sesuai jadwal, UNBK akan dilaksanakan April mendatang. Rupanya hingga Jumat lalu, cabdindik belum mendapat prosedur operasional standar (POS) pelaksanaan UNBK. Bambang pun mengantisipasi sejumlah isu, berkaca dari pelaksanaan UNBK tahun-tahun sebelumnya. Salah satu yang krusial adalah daftar nominasi sementara (DNS) para peserta UNBK. ‘’Sebelumnya banyak nama siswa yang keliru. Kami ingin nama-nama calon peserta UNBK valid terlebih dahulu, supaya tidak ada masalah,’’ tuturnya. (naz/c1/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here