Pacitan

Gagal Panen akibat Kurang Pengairan, Tiga Hektare Padi Jadi Pakan Ternak

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Produksi padi di Pacitan sedikit tertolong. Lahan seluas 15 hektare di Kecamatan Ngadirojo sempat terancam puso kemarau tahun ini. Untungnya, tidak semua jadi kenyataan. ‘’Hanya tiga hektare yang benar-benar puso,’’ kata Kasi Perlindungan Tanaman Dinas Pertanian Pacitan Eni Kuntayani Jumat (8/11).

Eni menyebut, 12 hektare lahan padi itu terselamatkan. Sebab, masih ada beberapa sumber air yang bisa dimanfaatkan untuk irigasi. Namun, yang tiga hektare benar-benar tidak bisa dipanen. ‘’Para petani di sana menyadari akan gagal panen karena tidak ada air. Kemudian memanen jeraminya untuk dimanfaatkan sebagai pakan ternak,’’ terang Eni.

Kendati 12 hektare lahan padi selamat dari puso, namun hasil panen tidak normal lantaran terdampak kekurangan air. Sehingga, meski selamat dari puso, hasilnya tidak maksimal. ‘’Yang jelas menurun hasilnya. Tapi, berapa penurunannya masih dalam penghitungan,’’ ungkapnya.

Di samping itu, produktivitas padi Pacitan secara global juga turun. Eni mengatakan, lebih dari 1.000 hektare lahan padi menganggur selama kemarau ini. Titik-titiknya menyebar di berbagai wilayah. ‘’Itung-itungan kasar jelas menurun produktivitas padi tahun ini. Secara total, masih menunggu laporan terakumulasi semua,’’ pungkasnya. (den/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
close
PENGUMUMAN
Close