Gaduh, Staf DPUPR Positif Narkoba

29
HANYA PASRAH: Tim Satlak P4GN pacitan melakukan tes urine kepada 95 pegawai DPUPR setempat sekitar pukul 08.00 Jumat (14/6).

PACITAN – Pejabat dan staf Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Pacitan gaduh, Jumat (14/6). Itu setelah satuan Pelaksana Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Obat/Bahan Berbahaya (P4GN) melakukan tes urine pada mereka.

Sebab, dari hasil tes tersebut, salah seorang staf terdeteksi positif mengonsumsi obat berbahaya. Itu sesuai indikator yang tertera di rapid test untuk pengujian. ‘’Ada satu orang karyawati yang positif methamphetamine,’’ kata Wakil Ketua Satlak (P4GN) Pacitan Mahmud.

Hanya, pria yang juga asisten pemerintahan dan kesejahteraan rakyat setkab dan Plt kepala badan kesatuan bangsa dan politik (kesbangpol) itu menampik staf tersebut mengkonsumsi narkotika. Sebab, hasil klarifikasi, staf tersebut tidak pernah memakai narkotika dalam bentuk apa pun. Setelah ditelusuri, ternyata mengonsumsi obat radang tenggorokan. ‘’Sejak beberapa hari, malam sebelumnya dan pagi ini (kemarin) juga minum obat itu,’’ jelasnya.

Meski sempat gaduh, pihaknya pun lega. Menurut dia, jika didapati ASN terindikasi mengkonsumsi narkoba, akan  diserahkan kepada kepala organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk dijatuhi sanksi indisipliner. Mulai pembinaan hingga diserahkan kepada aparat penegak hukum.  ‘’Kami periksa dulu apakah pengguna atau pengedar. Kalau bawa kurang dari satu gram diduga pengguna, kalau lebih tergolong pengedar,’’ ungkapnya.

Selain seorang staf tersebut, Mahmud menyebut ASN lain di DPUPR negatif. Mulai kepala dinas hingga stafnya. Menurut dia, pemeriksaan dilakukan dengan tes urine menggunakan rapid test dengan enam parameter. DPUPR dipilih sesuai permintaan. Apalagi dinas yang dikepalai Budiyanto itu memiliki jumlah karyawan paling banyak. ‘’Yang hadir dalam tes 95 orang,’’ imbuhnya.

Menurut dia, tes urine juga digelar secara simultan di OPD lainnya. Tujuannya untuk mngantisipasi penyalahgunaan narkoba. Namun, waktunya tidak bisa dibeberkan. Menurut dia, akan dilakukan secara insidentil. Itu untuk menghindari kebocoran lantaran sudah diketahui lebih dulu,  ‘’Kalau sebulan sekali dijadwalkan, nanti istilahnya bisa niteni,’’ tuturnya.

Dia menambahkan tim satlak yang terlibat dalam tes urine di DPUPR kemarin di antaranya dari kesbangpol dan satnarkoba Polres Pacitan. Dia menduduki wakil satlak lantaran menjabat kepala bakesbangpol yang ditinggalkan Suharyanto lantaran purnatugas. ‘’Sedangkan ketuanya wakil bupati,’’ bebernya. (odi/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here