Gabah Trendam Banjir, Petani Buntung Jutaan Rupiah

79

NGAWI – Banjir di Ngawi telah berlalu beberapa pekan lalu. Namun, kalangan petani di sejumlah wilayah terdampak masih merasakan pilu. Mereka menanggung kerugian besar akibat tanaman padi yang sudah siap panen rusak akibat terendam air.

Mujiono, salah seorang petani Desa Tirak, Kwadungan, mengaku akibat banjir kali ini harus menanggung kerugian jutaan rupiah. Sebab, harus mengeluarkan biaya berlipat untuk memanen padi yang kebanjiran. ‘’Jangankan untung, balik modal saja tidak,’’ ujarnya kemarin (25/3).

Dia mengatakan, jika dalam kondisi normal sekali panen hanya merogoh kocek sekitar Rp 3 juta untuk lahan satu hektare, kini naik menjadi kisaran Rp 7 juta. Itu belum termasuk biaya angkut gabah dari sawah ke rumah sebesar Rp 6 ribu per kuintal. ‘’Kalau (tanaman padi, Red) yang roboh bisa lebih mahal lagi,’’ sebutnya.

Celakanya lagi, gabah yang dipanen tersebut sejauh ini belum dilirik pembeli. Maklum, kualitasnya jauh di bawah hasil panen dalam kondisi normal. Warna bulirnya hitam kecokelatan akibat terkena endapan lumpur. ‘’Di desa sini banyak bakul (tengkulak, Red) gabah, tapi belum ada yang menawar. Kalau tidak ada yang beli ya dikonsumsi sendiri,’’ imbuh Senen, petani lainnya.

Ibarat sudah jatuh tertimpa tangga, para petani juga dihadapkan pada terbatasnya jatah pupuk bersubsidi dari pemerintah. Dari kebutuhan sekitar 1,5 kuintal pupuk Urea, ZA, Phonska, dan SP, yang disubsidi pemerintah hanya setengah kuintal. ‘’Sisanya menggunakan pupuk nonsubsidi yang harganya jauh lebih mahal,’’ keluhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Ngawi Marsudi belum bisa dikonfirmasi terkait keluhan sejumlah petani tersebut. Namun, sebelumnya dia sempat menyatakan bakal mengupayakan bantuan bagi petani yang lahan padinya terdampak banjir. Baik dari pemerintah provinsi maupun kementerian terkait. Upaya itu dilakukan karena di dinasnya tidak ada anggaran yang berkaitan dengan bantuan bagi petani terdampak banjir. (tif/c1/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here