Freed Tumbur D-Max, Empat Orang Luka

356

NGAWI – Jalan bebas hambatan tak menjamin bebas kecelakaan. Rabu malam (19/12) sekitar pukul 20.30, Honda Freed nopol B 1242 NFO terlibat tabrakan dengan Isuzu D-Max nopol AD 1653 CS. Laka lantas terjadi di Km 555+600 tol Solo–Ngawi, masuk Desa Kauman, Mantingan, Ngawi. ’’Laka lantas terjadi antara pengendara dengan petugas perbaikan CCTV (closed circuit television, Red) tol,’’ kata Kanit Laka Polres Ngawi Ipda Cipto Utoyo kemarin (20/12).

Laka lantas bermula saat Honda Freed yang dikendarai Liem Yung Hauw, 43, asal Perumahan Delatinos, Serpong, Tangerang Selatan, melaju dari arah barat (Solo). Memasuki Km 555 tol Solo–Ngawi, celaka mulai mendekatinya. Di jalur yang sama, tepatnya di Km 555+600,  terparkir Isuzu D-Max yang dikendarai Faisal Muslim, 43, asal Perumahan Sabandar Permai, Karang Tengah, Cianjur, Jawa Barat. ’’Informasi yang kami himpun, Isuzu D-Max diparkir di sisi jalan sebelah selatan. Pengemudinya sedang memperbaiki CCTV,’’ ujar Cipto.

Pecah kecelakaan tak bisa dihindari lantaran jarak antara kedua kendaraan di lokasi kejadian sudah kelewat dekat. Honda Freed menumbur bodi belakang Isuzu D-Max yang terparkir. Akibatnya, kaca depan Honda Freed pecah dan moncongnya ringsek. Begitu pula dengan bodi belakang Isuzu D-Max. Hasil pemeriksaan dan olah tempat kejadian perkara (TKP), kata Cipto, pengemudi Honda Freed melaju kurang memperhatikan kondisi lalu lintas. ’’Empat penumpang Honda Freed mengalami luka-luka akibat laka lantas tersebut,’’ tuturnya.

Pengemudi Honda Freed, Liem Yung Hauw, saat itu berkendara bersama istri dan dua anaknya. Ketiganya menjadi korban insiden tersebut dengan kondisi luka-luka di tubuhnya. Adalah Eily, 41; Cristian Liem, 7; dan Dadan Liem, 5. Aparat kepolisian dan petugas tol yang datang ke lokasi kejadian segera mengevakuasi ketiga korban. ’’Mereka dibawa ke RS At-Tin Husada untuk mendapatkan perawatan medis,’’ lanjut Cipto.

Kasus laka lantas tersebut kini ditangani Satlantas Polres Ngawi. Guna proses lebih lanjut, polisi mengamankan dua kendaraan sebagai barang bukti. Dua kali sudah terjadi laka lantas di Km 555 tol Solo–Ngawi. Dua kecelakaan tersebut terjadi kurun waktu belum ada sepekan. ‘’Perlu penyelidikan lebih lanjut untuk kasus ini. Kami masih mendalaminya,’’ pungkas Cipto. (mg8/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here