Forkopimda Jamin Keamanan Mahasiswa Papua di Kota Madiun

82

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Kenyamanan tinggal di Kota Madiun dirasakan oleh tiga mahasiswa asal Papua. Masing-masing adalah Sawui Watopa, Joni Jupu, dan Jonal Towomboi. Sabtu (24/8) siang setelah proses pengambilan sumpah dan janji anggota dewan periode 2019–2024, mereka mendatangi kantor DPRD Kota Madiun.

Kedatangan mahasiswa asal Papua tersebut disambut hangat Walikota Madiun, Maidi, Pimpinan DPRD Kota Madiun serta forkopimda. Di hadapan Forkopimda, perwakilan mahasiswa Papua, Sawui Watopa mengutarakan maksud kedatangannya. Di mana, dia mengaku aman dan nyaman tinggal di Kota Madiun.

Bahkan, selama 2,5 tahun hidup di Kota Madiun, dirinya merasa seperti tinggal di kampung halamannya. Yakni di Desa Paradoi, Kecamatan Urei Faisei, Kabupaten Waropen. Saat ini, Sawui menempuh pendidikan semester lima di Universitas Katolik Widya Mandala Madiun. ‘’Warga di Madiun itu sangat baik, dekat sama kami juga. Kami disini serasa berada di rumah sendiri (Papua),’’ ucap Sawui.

Sementara itu Wali Kota Madiun, Maidi menjamin keamanan dan kenyamanan warga dan mahasiswa Papua yang tinggal di Kota Madiun. Semua masyarakat pun menyambut baik keberadaan mereka. Bahkan, pihaknya juga memberikan perlakuan yang sama terhadap warga dan mahasiswa Papua yang ada di Kota Madiun.

‘’Semua warga Papua yang ada disini semua kita jamin. Insya allah di Kota Madiun aman, tentram. Semuanya kita jamin dari segi keamanan dan kesulitan-kesulitannya. Semua kita penuhi dan akan kita cukupi. Jadi semua warga madiun menyambut welcome keberadaan mereka disini,’’ kata wali kota.

Seperti diketahui, selain Sawui Watopa, ada Joni Jupu yang saat ini menempuh semester tiga di STKIP Widya Yuwana Madiun. Selain itu, Jonal Towomboi yang baru menempuh semester satu di Unika Widya Mandala Madiun. Kedepan, mereka akan membentuk komunitas warga Papua di Kota Madiun.

Terpisah, Kapolres Madiun Kota AKBP Nasrun Pasaribu menyatakan pihaknya siap menjamin keamanan dan kenyaman masyarakat Papua yang tinggal di Kota Madiun. Menurutnya, perluanya seluruh elemen masyarakat menjaga silaturahmi persaudaraan tanpa membedakan suku, agama, ras dan antargolongan (SARA). ‘’Pada intinya, semua kami pastikan jamin keamanan dan kenyamanan selama menempuh pendidikan dan bekerja di Kota Madiun,’’ terangnya. (her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here