Fondasi Retak, Tiang Jembatan Gantung Kedungbendo Melengkung

125

PACITAN – Tidak salah jika jembatan gantung Kedungbendo, Arjosari, ditutup menyusul melintirnya jembatan Banjarsari 2, Pacitan. Pasalnya, konstruksi jembatan senilai Rp 6,08 miliar yang sepaket dengan jembatan Banjarsari 2 itu juga mengkhawatirkan. ‘’Yang atas itu (tiang, Red) agak bengkok. Ada retakannya juga,’’ kata Giman, salah seorang warga sekitar jembatan Kedungbendo, kemarin (29/1).

Retakan tersebut sebelumnya tidak disadari. Giman dan warga setempat sekadar melintasi jembatan itu sejak akhir Desember lalu. Setelah insiden menimpa jembatan Banjarsari 2, mereka jadi waswas. Mereka khawatir kejadian serupa menimpa jembatan Kedungbendo. ‘’Takut setelah ada kejadian (jembatan Banjarsari 2, Red) kemarin, ’’ ujarnya.

Menyusul kejadian tersebut, warga pun mulai memperhatikan konstruksi jembatan. Ternyata tiang jembatan sedikit melengkung ke arah selatan. Terutama tiang sisi barat. Selain itu, muncul retakan di fondasi beton tiang jembatan. Sebidang dengan penghubung jalan menuju jembatan di sisi barat dan timur.

Pantauan di lokasi, retakan tersebut ditambal semen. Namun, masih terlihat jelas. Giman tidak tahu pasti kapan retakan mulai muncul. Pun penambalan retakan. Hanya, beberapa hari belakangan jembatan Kedungbendo kerap dikunjungi petugas. Diperkirakan dari balai perbaikan jalan nasional (BPJN). ‘’Mereka ngecek jembatan,’’ tuturnya.

Setelah jembatan Banjarsari 2 nyaris putus, warga juga dilarang melintasi jembatan Kedungbendo. Menurut Giman, petugas menjanjikan bakal memperbaiki dalam waktu sekitar dua pekan. Namun, dia tidak tahu pasti setelah diperbaiki bisa kembali dilalui warga atau tidak. ‘’Pokoknya dalam waktu dua minggu dibetulin,’’ katanya.

Buntut penutupan jembatan tersebut, warga Dusun Banyuanget, Ngasem, dan Jati kesulitan untuk keluar masuk kampung mereka. Pasalnya, Jembtan tersebut akses termudah warga menuju seberang Sungai Grindulu.  Terutama jika ingin ke Pacitan kota, pasar, dan lokasi lainnya. ‘’Kalau tidak ditutup harus memutar lewat jembatan Kebon yang lumayan jauh,’’ sebutnya.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pemeliharaan Jalan Nasional Wilayah II Jawa Timur Balai Besar Pemeliharaan Jalan Nasional (BBPJN) Syifa Udhuka memastikan temuan retakan dan tiang melengkung tersebut masih dalam proses pengecekan tim teknis. Sehingga, pihaknya pun menutup jembatan. Itu untuk mencegah kejadian yang membahayakan pengguna jembatan. ‘’Penyebabnya masih kami cek lebih dulu. Hasil akan kami sampaikan nanti,’’ janjinya. (odi/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here