Ponorogo

Festival Jajanan Tradisional di Desa Glinggang

Meski jenis kuliner modern terus bermunculan, jajanan tradisional seolah tidak ada matinya. Terbukti, ribuan kue jadul yang dipamerkan dalam festival di Desa Glinggang, Sampung, ludes diserbu warga dalam sekejap.

=======================

DILA RAHMATIKA, Ponorogo, Jawa Pos Radar Ponorogo

HALAMAN pendapa rumah budaya di Desa Glinggang, Sampung, itu tampak ramai  dikunjungi warga. Beragam jajanan tradisional terhampar di meja panjang. Mulai tempe, getuk, utri, klepon, mendut, hingga kue cucur. ‘’Sebagian sudah jarang ditemui di pasaran. Anak-anak muda juga belum tentu bisa membuatnya,’’ kata Kepala Desa Glinggang Ryanto.

Festival jajanan tradisional itu merupakan kali pertama digelar di Glingging. Event tersebut untuk melengkapi festival methik yang dihelat setiap akhir Maret menjelang masa panen. Sekaligus menggeliatkan usaha kecil menengah (UKM) desa setempat. ‘’Ada 16 RT yang dilibatkan. Tapi, karena sebagian yang punya gawe, jadi belum maksimal,’’ ujarnya.

Setiap RT membuat 400-500 bungkus jajanan. Jika dihitung, festival itu menyajikan 10 ribu bungkus kue basah. Mayoritas disajikan dalam daun pisang. Kemudian ditata dalam wadah plastik. Hanya dalam sekejap ludes diserbu warga usai dicicipi Bupati Ipong Muchlissoni.

Pada festival itu, kicak menjadi jajajan khas yang kini terbilang langka. Sekilas bentuknya seperti potongan wajik. Ketika digigit rasanya kenyal dan khas kelapa. ‘’Penyajian kicak dulu bagian dari tradisi pembakaran batu bata merah. Disuguhkan sambil nunggu orang-orang datang,’’ kata Modo, kasun Glinggang Wetan.

Kicak terbuat dari tepung singkong yang dicampur rempah-rempah dan bumbu. Cara memasaknya ditim layaknya menanak nasi. Kemudian ditumbuk hingga halus. ‘’(Ditumbuk) sampai seperti lem, diiris-iris, diberi enten-enten (dari kelapa dan gula dicampur bumbu, Red),’’ terangnya.

Sayangnya, sekarang tidak banyak orang yang mampu membuat jenis jajanan itu. Kalaupun ada, mayoritas perempuan parobaya. ‘’Kalau pernah mencicipi rasanya, bisa bikin. Mudah, kok,’’ sebutnya sembari berharap kicak kembali populer. *** (isd/c1)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close