Fery Nakhodai Klitik? Penentuan Ketua Dewan di Tangan Megawati

81

MADIUN – PDI Perjuangan (PDIP) punya aturan main dalam menentukan sosok ketua DPRD Kabupaten Madiun periode 2019–2024. Suara terbanyak yang diraih Fery Sudarsono dalam Pileg 2019 belum menjamin dirinya sebagai nakhoda Gedung Klitik –sebutan gedung DPRD Kabupaten Madiun. Peraih 7.074 suara daerah pemilihan (dapil) 1 itu harus mengikuti rangkaian fit and proper test dari DPP PDIP bersama seorang kader lainnya. ’’DPC harus mengajukan dua nama. Kalau hanya satu DPP akan menolak,’’ kata Wakil Ketua Bidang Tani DPD PDIP Jawa Timur Y Ristu Nugroho Rabu (8/5).

Satu dari dua nama itu adalah Fery yang menjabat ketua DPC Kabupaten Madiun. Sedangkan pesaingnya adalah sekretaris DPC. Bila pemilik jabatan itu tidak terlibat dalam konstentasi pileg, opsi penggantinya adalah kader lain yang menjabat ketua pimpinan anak cabang (PAC). Kedua nama yang disodorkan lantas beradu dalam fit and proper test. Melaksanakan tes tulis, psikotes, dan wawacara. DPP ingin mengukur komitmen, loyalitas, pengalaman, dan kemampuan memimpin lembaga pemerintahan. ’’Banyak aspek yang harus dilihat,’’ ujarnya kepada Radar Caruban.

Ristu menyatakan, penentuan sosok ketua dewan berdasarkan penilaian sudah berlangsung sejak lama. Mekanisme itu pula yang dilaluinya ketika harus bersaing dengan Suprapto dua periode sebelumnya. Hingga mendapatkan rekomendasi dari ketua umum PDIP Megawati Soekarnoputri sebagai ketua di Gedung Klitik. ’’DPD juga akan memberikan masukannya ke pusat sebelum memberikan rekomendasi,’’ imbuh politikus Kabupaten Madiun yang juga caleg DPRD Jatim tersebut.

Fery saat dikonfirmasi menyatakan, penentuan ketua dewan lewat mekanisme fit and proper test mengacu surat ketetapan (SK) DPP. SK itu demi menghindari kegaduhan seperti pengalaman yang terdahulu. Yakni, antara caleg peraih suara terbanyak dengan ketua DPC yang sama ngotot menjadi ketua wakil rakyat. Sehingga diambil jalan tengah dengan mencari kader yang betul-betul berkompeten. Selain mampu mengemban tugas legislasi, juga punya peran dalam membesarkan partai. ’’Keputusan DPP nanti akan dirapatkan untuk diketahui bersama di tingkat DPC,’’ ujarnya.

Proses penyaringan dimulai setidaknya satu pekan sejak ditetapkannya nama-nama legislator terpilih oleh komisi pemilihan umum (KPU). DPC segera merespons dengan mengajukan nama dua calonnya. ‘’Mekanisme ini berlaku nasional, tidak hanya Kabupaten Madiun,’’ ungkap mantan kepala desa Klecorejo tersebut.

Terkait peluang, Fery optimistis mampu meraih banyak nilai hingga mendapat rekomendasi dari Megawati. Keyakinannya tersebut berdasarkan situasi riil saat ini. Yakni, memperoleh dukungan terbanyak dari konstituen sekaligus menjabat sebagai ketua DPC. Di era kepemimpinannya pula, kursi di parlemen terkerek naik dari sebelumnya delapan menjadi sembilan. Hingga mampu mengkudeta Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). ’’Apalagi, saya terhitung baru menjadi ketua DPC usai pilkada tahun lalu,’’ ujarnya. (cor/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here