Fasilitas Menggiurkan Menanti Anggota Dewan

102
Sekretaris DPRD Kota Madiun Misdi: ‘’Nanti kami undang semua pihak untuk melakukan geladi. Termasuk anggota terpilih.’’

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Pelantikan anggota DPRD Kota Madiun periode 2019–2024 tinggal menghitung hari. Sejumlah persiapan dilakukan untuk kelancaran perhelatan tersebut pada 24 Agustus. Diawali dengan proses geladi kotor Kamis besok (22/8) sebelum kemudian dilanjutkan geladi bersih keesokan harinya (23/8). ’’Semuanya dilakukan di gedung DPRD,’’ kata Sekretaris DPRD Kota Madiun Misdi Selasa (20/8).

Pihaknya telah menyiapkan sedikitnya 300 lembar undangan untuk acara tersebut. Termasuk anggota DPRD periode 2014–2019 yang tidak lagi terpilih saat pemilihan legislatif (pileg) lalu juga ikut diundang.

Nantinya pada acara pelantikan, seluruh anggota akan menggunakan pakaian sipil lengkap (PSL) dengan setelan jas serta pin dewan. Sedangkan, pembacaan sumpah jabatan anggota dewan terpilih bakal dipimpin oleh Ketua Pengadilan Negeri (PN) Kota Madiun I Wayan Gede Rumega. ’’Nanti kami undang semua pihak untuk melakukan geladi. Termasuk anggota terpilih,’’ ujar mantan kabag administrasi pembangunan itu.

Terkait fasilitas, Misdi menyebut tidak ada perubahan jika dibandingkan dengan anggota dewan periode sebelumnya. Namun, dia enggan memerinci fasilitas apa saja yang bakal diterima anggota dewan. ’’Sesuai dengan peraturan perundang-undangan,’’ ungkapnya.

Jika disesuaikan dengan peraturan yang ada sekarang, fasilitas yang mereka terima meliputi tunjangan gaji, perumahan, komunikasi intensif, dan transportasi. Di luar tunjangan, anggota dewan mendapat fasilitas uang harian kunjungan kerja. Nominalnya berbeda-beda untuk kunjungan luar dan dalam provinsi. Sedangkan, soal ada perubahan atau tidak, misalnya kenaikan fasilitas, semua bergantung proses pembahasan selanjutnya.

Kepala Biro Pemerintah dan Otonomi Daerah Setdaprov Jatim Indah Wahyuni mengatakan, semua persiapan pelantikan anggota DPRD di seluruh Jatim sudah berjalan baik. Tinggal menunggu surat keputusan dari Kemendagri/gubernur untuk bisa segera dilantik. ‘’Baru setelah itu ada proses penyusunan kelengkapan, termasuk pimpinan sementara. Itu diambil dari (partai) yang memperoleh suara pertama dan kedua. Tugas dari pimpinan sementara ada tiga pimpinan rapat, menyusun tatib, dan membentuk kelengkapan daerah,’’ jelasnya.

Seperti diketahui, perolehan tertinggi suara saat pileg di Kota Madiun adalah PDIP. Otomatis, kursi ketua dewan bakal diberikan kepada partai tersebut. Sementara itu, jatah wakil ketua menjadi hak Demokrat dan Perindo.

Pejabat yang akrab disapa Yuyun ini menambahkan, selama pimpinan dewan belum definitif, anggota dewan tidak boleh melakukan kunjungan kerja. Semua alat kelengkapan dewan harus tersusun terlebih dahulu sebelum melakukan pelesir. ’’Kami berharap anggota dewan yang baru nanti segera bisa adaptasi dengan rencana strategis lima tahun ke depan,’’ ucapnya. (her/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here