Pelaksanaan E-Retribusi Masih Bermasalah di Lapangan

25
UJI COBA: Salah seorang petugas Bank Jatim tengah menarik e-retribusi pedagang Pasar Sayur I Magetan.

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Waktu sekitar dua minggu yang dibutuhkan disperindag untuk mengevaluasi uji coba penerapan e-retribusi kepada pedagang di Pasar Sayur I Magetan. Sebelum kemudian mereka mengenalkan sekaligus memberlakukan sistem pembayaran retribusi melalui payroll. ‘’Dalam waktu dua minggu akan kami evaluasi,’’ kata Kasi Sarpras Pasar Disperindag Magetan Darmadji Minggu (15/9).

Menurutnya, proses evaluasi itu penting. Dengan begitu, pihaknya dapat mengetahui kelemahan dan kelebihan penerapan kebijakan e-retribusi tersebut. Sekalipun dianggap lebih efisien dan aman, tetapi pedagang tetap saja harus rutin melakukan pengecekan rekening tabungan untuk melihat saldo yang tersisa. ‘’Ini kan butuh tenaga (personel) juga. Harus dipersiapkan,’’ ujarnya.

Darmadji tak menampik, selama sepekan pemberlakuan uji coba e-retribusi masih ada keluhan dari sebagian pedagang. ‘’Pelaksanaan di lapangan itu banyak sekali masalahnya. Harus dicari solusi,’’ tuturnya.

Dia menambahkan, dibutuhkan peran serta lintas-sektor. Mulai Bank Jatim untuk urusan sistem aplikasi retribusi hingga DPPKAD terkait kupon retribusi. Serta kepastian hukum yang diberikan oleh bagian hukum dan bagian organisasi. ‘’Tidak mudah dan tidak bisa cepat menerapkan e-retribusi,’’ ungkap Darmadji.

Selain Pasar Sayur I Magetan, sesuai rencana awal e-retribusi diberlakukan di lima pasar tradisional lainnya. Seperti Pasar Baru Magetan, Pasar Sayur II Magetan, Pasar Maospati, Pasar Agrobis Plaosan, dan Pasar Gorang Gareng I. ‘’Yang paling siap di antara semua pasar itu baru Pasar Sayur I Magetan. Tapi, ke depan arahnya e-retribusi akan diterapkan di semua pasar tradisional,’’ jelasnya. (bel/c1/her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here