Enrico Berlin, Anak Penjual Bakpao yang Kini Kuliah di Tiongkok

221

Mimpi Enrico Berlin kuliah di luar negeri akhirnya menjadi kenyataan. Meski hanya anak penjual bakpao, berkat kerja kerasnya remaja 19 tahun itu berhasil mendapatkan beasiswa studi di Tiongkok.

—————

DARI background foto yang ditunjukkan Enrico Berlin, bisa ditebak remaja 19 tahun itu tengah berada di Tiongkok. Dalam foto tersebut, Riko –sapaan akrabnya- yang mengenakan jins biru dengan model bagian lutut sobek berpose di depan sebuah bangunan tua dengan arsitektur khas Mandarin. ‘’Tahun pertama kuliah di Tiongkok,’’ katanya.

Sukses Riko kuliah di luar negeri merupakan impian yang menjadi kenyataan. Ya, ketika masih duduk di bangku SMP, dia bermimpi bisa menempuh studi di negeri orang. ‘’Saya selalu percaya, jika Tuhan berkenan pasti ada jalan,’’ ujar warga Kelurahan Karangtengah, Ngawi, itu.

Sejak itu pula putra sulung pasangan Heru Sunarko dan Endang Retno Indriastuti ini berupaya keras mewujudkan impiannya. Hasilnya, prestasi akademik Riko di sekolahnya, yakni SMP-SMA Eagle School Bandung, moncer. Ya, enam tahun lalu Riko bersama keluarganya harus pindah ke Bandung. Hal tersebut tak lepas dari kondisi ekonomi keluarganya yang kurang mendukung kala itu.

Tidak hanya prestasi akademik di sekolah yang moncer, Riko juga beberapa kali menyabet juara kompetisi robotika. Di antaranya, ajang Indonesia Robotic Olympic 2016-2017 dan lomba robotik di Institut Teknologi Bandung (ITB). Berbagai prestasi itu mengantar Riko mendapat beasiswa kuliah di Tiongkok dari salah satu lembaga swasta di Bandung. ‘’Saya langsung ambil kesempatan itu,’’ ucapnya.

Sebenarnya dalam penawaran beasiswa ada belasan perguruan tinggi yang bisa menjadi pilihan. Namun, Riko memilih Changzhou Institute Mechatronical of Technological. Dia mengambil program D-3 jurusan mekatronika. ‘’Padahal, waktu kecil sempat ingin jadi dokter,’’ sebutnya.

Riko pun lantas mengurus berbagai persyaratan administrasi untuk kuliah di luar negeri yang terbilang rumit. Semua ijazah maupun transkrip nilai harus diubah ke bahasa Inggris. ‘’Masa pendidikannya empat tahun. Satu tahun pendidikan bahasa dan tiga tahun untuk diplomanya,’’ papar Riko.

Semua kebutuhan Riko selama kuliah di Negeri Tirai Bambu ditanggung oleh lembaga yang menyediakan beasiswa itu. Mulai uang pendidikan, penginapan, hingga keperluan perkuliahan lainnya. Dia hanya perlu merogoh kocek untuk makan dan jajan. ‘’Masih dikirimi orang tua. Soalnya, di sana kerja part time dilarang oleh kampus. Kalau ketahuan didenda 20.000 yuan atau Rp 40 jutaan,’’ ungkapnya. ***(latiful habibi/isd/c1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here