Enjoy Jadi Announcer

98

SUARA merdu Nadia Brenda Pangestika menjadi berkah. Berkat anugerah itu, Brenda lolos seleksi menjadi announcer KAI. ’’Sudah satu tahun ini kerja di KAI, nyaman,’’  kata perempuan yang berusia 22 tahun itu.

Brenda kali pertama mendengar informasi lowongan announcer dari salah seorang temannya yang lebih dulu kerja di KAI. Singkat cerita, dia mengajukan lamaran kerja. ’’Waktu seleksi tesnya disuruh nyanyi, ya kaget saja,’’  selorohnya.

Benar saja, tidak sulit untuk Brenda dinyatakan lolos. Usut punya usut, sedari kecil dia memang hobi menyanyi. Sekarang dia menikmati pekerjaannya itu. ’’Enjoy banget, karena sesuai passion-ku yang senang nyanyi. Karena kan kalau ngomong gitu nadanya juga nggak datar, ada irama dan cengkoknya,” paparnya.

Kini, mahasiswi semester VI manajemen Unipma itu harus pandai-pandai membagi waktu antara kerja dan kuliah. ’’Saya ambil kelas khusus karyawan, caranya bagi waktu ya kalau pas ujian. Tuker sif dengan teman kerja,’’ jelasnya.

Bukan hanya itu, kadang kala dia menyempatkan mencuri waktu di sela kerjaan untuk mengerjakan tugas kuliah. ’’Nggak lama kok, setengah jam sudah cukup. Apalagi sekarang sudah semeter VI,” bebernya.

Menjadi announcer cukup membuatnya terkesan. Pekerja di balik layar ini dikenal memiliki suara merdu. ’’Ya alhamdulillah senang, kalau ada yang tahu kerja saya, bilangnya suaranya bagus,” ucapnya. (dil/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here