Enam WNA di Ponorogo Boleh Kantongi E-KTP

156

PONOROGO – Polemik status kependudukan warga negara asing (WNA) juga terjadi di Bumi Reyog. Di kabupaten ini terdapat enam WNA yang diperbolehkan mengantongi kartu tanda peduduk elektronik (e-KTP). Kendati seorang di antaranya masih belum melakukan perekaman. ‘’Ke enamnya sudah memenuhi syarat untuk mendapat e-KTP,’’ kata Sekretaris Dispendukcapil Heru Purwanto kepada Radar Ponorogo kemarin (3/3).

Ke enam WNA itu berasal dari sejumlah negara di Asia serta Australia. Seperti Thailand, Korsel, hingga Taiwan. Heru memastikan, keenamnya tidak datang ke Bumi Reyog dengan tujuan menjadi pekerja migran. Melainkan menjalin hubungan keluarga dengan warga Ponorogo. ‘’Keenamnya sudah lima tahunan tinggal di kabupaten ini. Semuanya sudah memiliki kitap (kartu izin tinggal tetap, Red). Jadi, diperbolehkan,’’ ujarnya.

Kepemilikan kitap menjadi persyaratan diperbolehkannya mengantongi e-KTP. Bukan termasuk kartu izin tinggal sementara (kitas) yang masa berlakunya hanya setahun. ‘’kitap berlaku lima tahun. Ketika kitap diperbarui, e-KTP juga harus diperbarui,’’ tegas Heru.

Jika mengantongi e-KTP, identitas ke enam WNA terkait berhak tercantum dalam kartu keluarga (KK). Namun, tidak berhak menyandang status kepala keluarga. Sekalipun si WNA adalah suami dari istri yang notabene warga Ponorogo. ‘’Kalau kondisinya seperti itu (suami WNA dan istri WNI, Red), maka yang menjadi kepala keluarga istrinya. Aturannya seperti itu,’’ tuturnya.

Mengenai WNA yang belum mengikuti perekaman e-KTP, dispendukcapil tak bisa berbuat banyak. WNA yang bersangkutan harus menguruskan sendiri administrasi kependudukannya. Harus proaktif karena perekaman data kependudukan tak bisa dilakukan sembarangan tempat. Aplikasi perekaman khusus mereka hanya tersedia di kantor dispendukcapil. ‘’Kepemilikan e-KTP ini tidak mengubah identitas kewarganegaraan WNA,’’ terang Heru. (naz/c1/fin)

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here