Ponorogo

Enam Warga Terkonfirmasi Covid-19, Dua Desa Dikunci Sementara

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Dua desa di Kecamatan Jetis dikunci sementara (kuntara). Tujuannya, mengendalikan persebaran Covid-19 di wilayah setempat. Dua pekan sebelumnya, Puskesmas Jetis lebih dulu menyesuaikan layanan dengan menutup rawat inap dan instalasi gawat darurat (IGD), buntut seorang pasien terpapar virus korona. ‘’Kita tutup dua pekan,’’ kata Kades Karanggebang Abdul Basyid Rabu (16/9).

Kebijakan lockdown diambil pemerintah desa (pemdes) setempat sejak Selasa (15/9). Satgas penanggulangan Covid-19 menggunakan portal untuk memblokade jalan-jalan masuk menuju kedua desa. Kuntara diberlakukan hingga 28 September. ‘’Sementara ini akses dibatasi hanya satu jalan, agar pengawasan maksimal,’’ ujarnya.

Abdul menyebut, ada delapan ruas jalan keluar masuk desa yang ditutup. Satu jalan yang difungsikan, yakni ruas Karanggebang-Tegalsari. Penutupan dilakukan setelah dua warga setempat terkonfirmasi Covid-19.

Hasil tracing, ada delapan warga yang berkontak erat dan sudah uji swab. ‘’Sampai saat ini, kedua warga yang positif masih menjalani isolasi. Keluarganya juga diimbau isolasi mandiri. Alhamdulillah, masyarakat membantu mengirim makanan,’’ terang Abdul.

Kades Kutukulon Supriono pun mengeluarkan kebijakan serupa lebih awal dari Karanggebang. Di desa tersebut, lima ruas jalan perbatasan ditutup. Belum termasuk gang menuju lingkungan warga yang terkonfirmasi Covid-19. Di desa ini empat warganya terpapar virus korona. Salah satunya meninggal dunia. ‘’Tiga orang masih isolasi di rumah sakit,’’ jelasnya, sembari menyebut kuntara diterapkan hingga 25 September. (naz/c1/sat)

Beli Masker Rp 5.000 atau Denda Rp 50.000?

KESADARAN masyarakat mematuhi protokol pencegahan Covid-19 rendah. Sehingga, efek jera perlu diberlakukan. Apalagi sanksi di Ponorogo juga lebih lunak dibanding daerah lain. ‘’Kesadaran kurang, masih rendah,’’ kata Kapolres Ponorogo AKBP Mochamad Nur Azis Rabu (16/9).

Sejak operasi yustisi digelar petugas gabungan mulai Senin lalu (14/9), puluhan warga terjaring. Pelanggaran terbanyak tidak mengenakan masker. Rabu (16/9), misalnya, di Madusari, Siman, total 37 orang kena razia. Sebanyak 30 di antaranya telanjang muka. ‘’Denda di tempat Rp 50 ribu bagi yang tidak mengenakan masker,’’ ujarnya.

Perbup 109/2020 tentang Penegakan Disiplin Protokol Covid-19 jadi landasan penegakan disiplin. Pelanggar individu dapat dikenai denda Rp 50 ribu, kerja sosial, dan penahanan atau pemblokiran e-KTP. Sedangkan pemilik atau pelaku usaha, dapat dikenai denda Rp 500 ribu. Satgas juga dapat membubarkan kerumunan dan penutupan sementara tempat usaha.

Azis menyebut, penerapan denda di beberapa daerah lain jauh lebih besar. Ponorogo masih terbilang ringan. ‘’Di Surabaya, tidak pakai masker didenda Rp 250 ribu,’’ ungkapnya.

Azis menegaskan, masyarakat harus sadar pentingnya mematuhi protokol kesehatan saat beraktivitas di tempat umum. Apalagi sanksi di Ponorogo masih lebih bersahabat dibanding daerah lain. Sosialisasi juga perlu terus digencarkan. ‘’Supaya ada efek jera, harus menerapkan sanksi dan operasi yustisi. Pilih mana, beli masker Rp 5 ribu atau denda Rp 50 ribu,’’ tutur Azis. (naz/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
close