Ngawi

Enam SMAN Pinggiran Kekurangan Siswa Baru

NGAWI – Kebijakan memperpanjang masa mengubah hasil akhir penerimaan peserta didik baru (PPDB) SMAN tahun pelajaran 2019/2020. Ada sekolah yang pagunya lantas terpenuhi. Sebaliknya, ada yang jumlah pendaftarnya terpangkas. Terutama sekolah-sekolah pinggiran.

Informasi yang dihimpun dari laman resmi PPDB Jatiim, hingga masa pendaftaran berakhir, pagu enam dari 10 SMAN belum terpenuhi. Jumlah pendaftar jalur online-zonasi masih di bawah kuota minimal seperti tertuang dalam Permendikbud 51/2018 tentang PPDB, yakni 90 persen dari pagu yang tersedia.

Enam sekolah yang pagunya masih defisit itu di antaranya SMAN 1 Sine. Hingga penutupan masa pendaftaran, sekolah itu hanya memperoleh 132 pendaftar dari pagu 288. Kondisi serupa terjadi di SMAN 1 Karangjati. Dari pagu 324, hanya mendapat 186 siswa.

Sejatinya, pendaftar SMAN 1 Karangjati sempat menyentuh angka 297 sesuai yang dicatat laman resmi PPDB Jatim. Namun, pada hari terakhir pendaftaran (21/6) jumlahnya menyusut banyak. Persisnya 111 calon siswa baru. ‘’Akhirnya tinggal 186,’’ kata Kepala SMAN 1 Karangjati Tahrir Susilo, Minggu (23/6).

Pasca perpanjangan waktu PPDB, sekolah itu total memperoleh 218 pendaftar. Perinciannya, 186 melalui jalur online dan 32 offline. ‘’Tahun lalu dapat 262 siswa atau turun sebanyak 44. Tapi kemungkinan masih ada penambahan seperti tahun-tahun sebelumnya. Kami menunggu kebijakan dari provinsi,’’ tuturnya.

Tahrir tak tahu menahu terkait fenomena penurunan perolehan siswa tersebut. Dia hanya mengatakan bahwa jumlah pendaftar sekolahnya merosot tajam sesaat setelah sistem PPDB online sempat terhenti beberapa jam. ‘’Mungkin ada kekeliruan dalam sistem online atau bagaimana, saya kurang tahu,’’ ujarnya.

Jika di SMAN 1 Karangjati mengalami penyusutan, perolehan siswa SMAN 2 Ngawi justru bertambah. Kamis (20/6), sekolah itu baru mendapat 333 pendaftar melalui jalur online. Namun, adanya injury time PPDB terdongkrak menjadi 343.  ‘’Jumat pagi (21/6), di sistem (kuota jalur online) menjadi terpenuhi,’’ kata ketua panitia PPDB SMAN 2 Ngawi Zaenal Abidin.

Zaenal mengatakan, pagu di sekolahnya sudah terpenuhi, yakni sebanyak 396 siswa baru yang terbagi menjadi 11 rombongan kelas (rombel). Perinciannya, 343 dari jalur online dan 53 offline. ‘’Yang jalur online, 198 berdasar zonasi dan 145 dari NUN (nilai ujian nasional, Red),’’ imbuhnya.

Sekadar diketahui, pelaksanaan PPDB SMAN tahun ini diwarnai sejumlah kebajakan dadakan. Sebut saja pemberhentian proses pendaftaran usai menuai protes di sejumlah daerah. Belakangan muncul keputusan menerapkan injury time pendaftaran hingga membuat hasil akhir perolehan siswa berubah.

‘’Data jumlah siswa baru secara keseluruhan tahun ini masih belum keluar,’’ kata Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Jatim Wilayah Madiun-Ngawi Supardi. (den/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close