Pacitan

Enam dari Delapan Tersangka Pencuri BBM Pelajar Aktif

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Wajah dunia pendidikan Pacitan tercoreng. Sebagian besar tersangka dugaan pencurian bahan bakar minyak (BBM) nelayan Pantai Wawaran masih tercacat pelajar aktif salah satu SMPN kabupaten ini. Dinas pendidikan (dindik) setempat sebatas memberi support kepada anak didik yang tersandung hukum itu. ‘’Kami ikut prihatin,’’ kata Kadindik Pacitan Daryono Kamis (17/10).

Enam tersangka tercatat pelajar aktif. Sedangkan dua lainnya ikut program kejar paket dan tidak bersekolah. Dindik berjanji bakal meningkatkan intensitas pembelajaran pendidikan moral melalui peran guru bimbingan konseling (BK). Sebanyak 70 SMP negeri dan swasta kabupaten ini telah memilikinya. Tidak hanya konseling, guru umum diminta lebih berperan aktif. ‘’Coba memberikan pengertian mengenai baik dan buruk serta segala sesuatu yang berisiko hukum,’’ ujarnya.

Daryono menolak aksi panjang tangan anak-anak itu disebabkan lemahnya fungsi pendidikan. Sebab, aktivitas di lingkungan sekolah rata-rata delapan jam. Selebihnya, mereka berada di lingkungan tempat tinggal masing-masing. ‘’Terlalu dini menyebut pendidikan gagal,’’ katanya.

Dia menegaskan, hak pendidikan anak tidak boleh terampas meski tersandung kasus hukum. Pintu sekolah lama atau baru tetap dibuka lebar-lebar ketika kelak bebas. ‘’Selama proses hukum berjalan, kami selalu memberi support,’’ ucapnya. (den/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
close
PENGUMUMAN
Close