Empat Pegusaha Toko Modern Berjejaring Di-SP 1

61

MAGETANDeadline Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Magetan kepada empat pengusaha toko modern berjejaring sudah habis. Korps penegak perda itu bersiap melakukan pemanggilan ulang. ’’Kami berikan surat peringatan (SP) pertama,’’ kata Kasatpol PP dan Damkar Kabupaten Magetan Chanif Tri Wahyudi.

Masa berlaku surat peringatan pertama itu selama tujuh hari. Jika tanpa tindak lanjut dari pengusaha, bakal ditingkatkan menjadi surat peringatan kedua. Jika masih mbalela, bakal diberikan surat peringatan ketiga. Setelah itu, tanpa ba-bi-bu, papan segel bakal dipasang di empat toko modern waralaba itu.‘’’Sesuai prosedur ada tahapan waktunya. Biarpun pada akhirnya nanti akan kami tutup,’’ ujarnya.

Dalam pemanggilan ulang nanti, Chanif tak menghendaki hanya pekerja yang hadir. Melainkan manajemen atau pengusaha langsung yang hadir. Sehingga, bisa langsung diambil keputusan. Sebab, akan sia-sia belaka jika hanya pekerja yang datang. Tak memberikan dampak apa pun. Lain halnya jika pengusaha atau manajemen toko modern berjejaring itu yang hadir langsung. ’’Saat ini penyidik terus menghubungi pengusaha dan manajemen,’’ tuturnya.

Menurut Chanif, keempat toko modern itu mengelabui pemkab. Dalam perizinan yang dilayangkan ke Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Magetan, izinnya toko modern tidak berjejaring. Namun, setelah toko itu beroperasi, nyatanya berjejaring. Sehingga, Chanif bergerak untuk menghentikan toko modern yang menyalahi aturan itu. ’’Ini juga kerja sama masyarakat yang melaporkan. Peran dan fungai masyarakat di situ,’’ terangnya.

Penilapan itu, diakui Chanif, bukan karena pihaknya kecolongan. Namun, terkecoh oleh izin yang dilayangkan pengusaha. Chanif memastikan empat toko modern itu menjadi toko modern yang terakhir berhasil mengelabuinya. Ke depan, tak ada lagi pengusaha yang bermain-main dengan aturan. Sebab, sangat merugikan pemkab dan masyarakat. “Itu menyalahi aturan. Tinggal tunggu waktu penutupannya,” tegasnya.

Saat ini, menurut Chanif, pengusaha masih mematuhi kesepakatan yang dibuat. Di mana mereka tidak menambah stok barang. Melainkan hanya menghabiskan barang yang telanjur sudah didrop. Satpol PP dan damkar sudah mengeceknya. Tak ada mobil barang yang menyetor setelah pemanggilan pertama bulan lalu. ’’Stok yang ada dihabiskan dan tidak menambah,” pungkasnya. (bel/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here