Magetan

Empat Pasien Korona asal Magetan Meninggal

Persentase Kematian Covid-19 6,03 Persen

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Lampu kewaspadaan terhadap Covid-19 di Magetan menyala terang. Menyusul empat pasien positif virus itu meninggal dunia dalam dua hari terakhir. Penambahan secara berturut-turut Sabtu (22/8) dan Minggu (23/8) itu membuat kasus kematian genap selusin alias 12. ‘’Masing-masing dua kasus pada Sabtu dan hari ini (kemarin, Red),’’ kata Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Magetan Saif Muchlissun.

Dua pasien meninggal kemarin adalah MZA, 41, asal Kecamatan Magetan, dan IH yang tinggal di salah satu desa di Kecamatan Sukomoro. Sehari sebelumnya, TM, 45, asal Kecamatan Parang, dan SKR, 75, dari Kecamatan Kawedanan. Mereka meninggal dalam perawatan di rumah sakit. ‘’Pasien yang meninggal memiliki penyakit penyerta,’’ ujarnya.

Muchlis, sapaan akrab Saif Muchlissun, menyatakan pasien korona meninggal kali terakhir 8 Agustus. Penambahan empat pasien yang nyawanya tidak bisa diselamatkan itu membuat persentase kematian Covid-19 sebesar 6,03 persen. ‘’Semuanya telah dimakamkan sesuai protokol Covid-19,’’ ucapnya.

Dalam tempo sama, sembilan pasien dinyatakan sembuh. Satu pasien Sabtu  dan keesokan harinya delapan pasien dinyatakan negatif Covid-19. Penambahan tersebut membuat pasien yang berhasil melawan korona menjadi 163. ‘’Tingkat penyembuhan tinggi dibandingkan fatalitasnya. Persentase kesembuhan 81,9 persen,’’ klaim kepala dinas komunikasi dan informatika tersebut.

Muchlis menambahkan, total kumulatif 199 kasus positif Covid-19. Dua penambahan pasien baru dari Sukomoro dan Maospati kemarin. ‘’Pasien memiliki riwayat berinteraksi dengan pasien ke-185,’’ ujarnya. (bel/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close