Pacitan

Empat Kapal Diterjunkan, Sarni Belum Ditemukan

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Keberadaan Sarni, warga Desa Klesem, Kebonagung, Pacitan, masih menjadi misteri. Hingga Selasa (15/10) pria 50 tahun yang diduga digulung ombak Pantai Kaliuluh itu belum ditemukan. Tim Basarnas Trenggalek yang turun tangan dalam pencarian hari kedua menghadapi kendala. ‘’Air laut sempat surut,’’ kata Dantim Basarnas Trenggalek Imam Nahrawi.

Keterlibatan Imam bersama empat personelnya usai memperoleh kabar Sarni tidak pulang ke rumah sejak pamit mencari kerang, Minggu (13/10). Mereka membentuk tim gabungan bersama badan penanggulangan bencana daerah (BPBD), pos keamanan laut terpadu (kamladu), polsek, koramil, dan nelayan. Pencarian dilakukan dengan dua metode. ‘’Penyisiran laut dan darat,’’ ujarnya.

Penyisiran laut sempat dilakukan dua kali. Bila yang pertama menerjunkan dua buah kapal, penyisiran selanjutnya ditambah menjadi empat buah. Radius penyisiran kurang lebih satu kilometer ke barat menuju Pantai Tawang. Selain berdasarkan peta SAR, rute itu memperkirakan kondisi arus dan arah gelombang. Namun, tubuh Sarni yang diperkirakan terombang-ambing di lautan itu tetap belum bisa ditemukan. ‘’Kalau penyisiran darat dari atas tebing, sesuai informasi, terakhir kali dilihat di sana,’’ beber Imam.

Imam menyebut, meski tidak ada saksi, keterangan keluarga atau warga menjadi dasar yang cukup untuk menyisir laut. Upaya pencarian dilakukan tujuh hari ke depan sesuai standard operating procedure (SOP). Pihaknya memprediksi Sarni tidak jauh dari lokasi kejadian. ‘’Kalau betul di laut, antara tiga sampai lima hari tubuhnya dalam kondisi terapung sempurna,’’ katanya. (den/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close