Pemulihan Kondisi Balita Tercebur Air Mendidih Berjalan Lamban

39
LUKA BAKAR SERIUS: Balita yang tercebur panci berisi air mendidih masih dirawat intensif di Ruang Isolasi Delima RSUD dr Harjono.

PONOROGO – Masih ingat dengan kisah pilu Arif Nur Hasan, balita 17 bulan yang tercebur panci berisi air mendidih? Pemulihan kondisi balita asal Sidoharjo, Jambon itu berjalan relatif lamban. Operasi yang telah dilakukan sebelumnya belum bisa memulihkan kesehatan Arif secara maksimal. ‘’Keadaan umum pasien saat ini sedang. Sempat mengalami penurunan selama dua hari,’’ ungkap Kabid Pelayanan Medik RSUD dr Harjono dr Siti Nurfaidah.

Per Jumat lalu (14/6), Arif menjalani perawatan hari ke-17 di rumah sakit pelat merah tersebut. Selama ini, Arif dirawat intensif oleh dokter spesialis bedah dan spesialis anak. Jumat lalu, Arif menjalani operasi perawatan luka bakar. ‘’Sudah empat kali mengikuti operasi,’’ kata dia.

Namun, kondisinya belum berangsur membaik. Pun, demam sempat membuat tak sadarkan diri dua hari. Buah hati pasangan Misdi-Sulatih itu juga mengidap anemia. Tranfusi darah hingga saat ini sudah dilakukan untuk kedua kalinya. ‘’Ada pendarahan-pendarahan relatif yang harus ditangani. Mengingat masih anak-anak, kondisinya bisa naik turun dan rentan terhadap infeksi,’’ imbuhnya.

Menurut pendapat dokter yang merawat intensif, Arif harus menjalani sejumlah operasi agar bisa pulih secara maksimal. Apalagi, saat ini mengalami stress related musocal disease (SRMD). Stres tubuh terhadap sakit yang dia alami. ‘’Itu terlihat dari lambung urin yang masih pekat. Kami mohon doa,’’ urai Siti.

Diketahui, balita mungil itu celaka setelah tercebur panci berisi air mendidih yang dimasak ayahnya untuk berbuka puasa akhir Mei (28/5) lalu. Akibatnya, mengalami luka bakar hingga 47 persen. Kisahnya sempat viral dan mengetuk kepedulian sejumlah komunitas dan warga Bumi Reyog. (naz/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here