Madiun

Empat Guru di Kabupaten Madiun Positif Korona

Pemkab Hati-Hati Menormalkan Pendidikan

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Keputusan menunda uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) SD dan SMP di Kabupaten Madiun bulan ini cukup beralasan. Sejauh ini sudah ada empat tenaga pendidik satuan pendidikan itu yang positif Covid-19. ‘’Empat itu dari sekolah yang berbeda-beda,’’ kata Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Madiun Adrianto Rabu (30/9).

Adrianto menguraikan, empat guru positif itu mengajar di SDN 1 Mruwak dan 3 Jatisari, serta SMPN 1 Dolopo dan 2 Nglames. Namun, dia tidak sepakat dengan anggapan bahwa lembaga tersebut tempat penularan korona. ‘’Karena kami belum menggelar PTM,’’ ujarnya.

Dia menyebut, sumber penularan empat guru itu bukan dari lingkungan sekolah. Mobilitas dan karakter setiap guru berbeda-beda. Disiplin protokol kesehatan di lingkungan sekolah tidak menjamin perilaku serupa di tempat lain. ‘’Yang terpenting tidak sampai ada penularan ke warga sekolah,’’ tuturnya.

Diketahui, SDN 1 Mejayan dan SMPN 1 Mejayan ditunjuk sebagai pelaksana uji coba PTM. Belakangan kegiatan itu ditunda karena kurva persebaran korona dirasa meningkat. Adrianto tidak banyak berkomentar ihwal kehati-hatian menormalkan pendidikan. Sebab, tugas pokok dan fungsi lembaganya sekadar pelaksana. ‘’Sebagai gantinya, pembelajaran dimaksimalkan dengan beberapa cara. Seperti penggunaan modul, daring, radio, atau guru kunjung,’’ paparnya.

Kasi SMA Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Jawa Timur Wilayah Madiun Purwantini menyebut, nihil guru SMA dan SMK di Kabupaten Madiun yang positif korona. Tidak ada laporan tenaga pendidik positif di SMKN 1 Jiwan dan SMAN 2 Mejayan. Kedua lembaga itu melaksanakan uji coba PTM selama tiga pekan mulai Agustus lalu. ‘’Uji coba berlangsung baik, tanpa kendala berarti,’’ ucapnya.

Purwantini menerangkan, SMA dan SMK masih menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Namun, pihaknya memberi sedikit kelonggaran. Bagi siswa yang terkendala internet, diperbolehkan ke sekolah untuk memanfaatkan wifi. Sementara, siswa SMK boleh datang ke sekolah hanya untuk mengikuti praktik. ‘’Tetap dengan protokol kesehatan,’’ tegasnya. (den/c1/cor)

Pasien Sehat Walafiat Terus Meningkat

PENAMBAHAN pasien positif Covid-19 Kabupaten Madiun belakangan ini didominasi orang tanpa gejala (OTG). Seperti tiga pasien baru yang terkonfirmasi Rabu (30/9). Yakni, DH, 34, warga Desa Grobogan, Jiwan; DA, 19, asal Desa Sidorejo, Wungu; dan AS, 37, tinggal di Desa Tempursari, Wungu. Mereka tidak seperti orang sakit alias sehat walafiat. ‘’Ketiganya tidak mengalami gejala klinis dan tidak memiliki komorbid (penyakit penyerta, Red),’’ kata Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setdakab Madiun Mashudi.

Mashudi mengungkapkan, tiga pasien itu bekerja di RSUD dr Soedono, Madiun. DH adalah bidan. Sementara, DA dan AS bekerja di bagian dapur. Pihaknya telah mendisinfeksi lingkungan tempat tinggal tiga pasien tersebut. Pelacakan para penyandang kontak erat juga telah dilakukan. ‘’Jika ada potensi penularan ke orang-orang terdekat atau temuan kontak erat akan diarahkan isolasi mandiri,’’ ujarnya.

Hingga kemarin, total kumulatif 113 kasus positif Kabupaten Madiun. Jumlah itu terus merangkak naik sejak 18 September ketika masih 96 kasus. Artinya, ada 17 kasus baru dalam 12 hari. Di sisi lain, kasus kematian pasien korona bertambah menjadi delapan.

Mashudi menyebut, seluruh pasien meninggal berstatus komorbid dan berusia di atas 50 tahun. ‘’Maka dari itu, keberadaan orang tua di sekitar harus lebih diperhatikan,’’ tegasnya. (den/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

?php /** * The template for displaying the footer * */ defined( 'ABSPATH' ) || exit; // Exit if accessed directly do_action( 'TieLabs/after_main_content' ); TIELABS_HELPER::get_template_part( 'templates/footer' ); ?>
Close
               
         
close