Empat Fraksi Kuasai Pimpinan AKD

43
HARUS VOTING: Pimpinan dan anggota DPRD Kota Madiun menggunakan hak pilihnya dalam menentukan pimpinan BK Rabu (25/9).

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Tensi politik di gedung DPRD Kota Madiun sempat menghangat Rabu (25/9). Pemicunya bagi-bagi pimpinan alat kelengkapan dewan (AKD) antarfraksi. Mulai pimpinan komisi, badan pembentukan perda (bapemperda), hingga badan kehormatan (BK).

Bahkan, untuk menentukan dua posisi pimpinan AKD harus dilakukan voting tertutup. Masing-masing untuk ketua BK dan bapemperda. Musyawarah mufakat diusulkan lebih dulu oleh masing-masing fraksi. Namun, tidak menemui kata sepakat.

Hasilnya, muncul tiga nama anggota DPRD untuk ketua BK. Mereka adalah Sutardi (Fraksi PDIP), Agus Wiyono (Fraksi PKB), dan Ismiati (Fraksi Demokrat). Setelah ketiganya berunding, disepakati posisi ketua BK diberikan kepada Sutardi, dan wakilnya Agus Wiyono.

Proses serupa saat menentukan posisi pimpinan ketua bapemperda. Sempat alot. Akhirnya diputuskan ketua diserahkan kepada Sugeng dari Fraksi Demokrat dan Ngedi Trisno Yushianto sebagai wakilnya.

Kondisi berbeda ketika menentukan pimpinan komisi. Prosesnya cukup aklamasi. Sebab, seluruh fraksi sudah melakukan lobi-lobi sejak jauh hari sebelumnya.

Ketua DPRD Kota Madiun Andi Raya Bagus Miko Saputra mengatakan, setelah pembentukan AKD, seluruh anggota dewan mulai bekerja. Diawali membahas agenda kelembagaan sampai akhir tahun ini melalui rapat badan musyawarah (bamus) kemarin siang. ‘’Ada banyak pekerjaan rumah yang harus segera kami selesaikan sebelum 30 September,’’ katanya.

Di luar itu, tugas yang sudah menanti para wakil rakyat adalah membahas RPJMD hari ini (26/9). Kemudian membahas rancangan APBD 2020 Jumat (27/9) dan menyusun rencana kerja (renja) DPRD. Dia berharap seluruh proses itu bisa dijalankan di atas kepentingan kelompok atau pribadi. ‘’Kepentingan masyarakat menjadi paling utama yang harus dikedepankan,’’ ujarnya. (her/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here