Empat CJH Dikenai Visa Progresif

24

PACITAN – Biaya tambahan visa progresif Rp 7,6 juta per orang tidak menjadi halangan bagi calon jamaah haji (CJH) Pacitan yang pernah berhaji sebelumnya. Buktinya, satu dari empat CJH yang pernah ke Tanah Suci sebelumnya telah melunasi biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) Rp 36,5 juta plus visa progresifnya. ‘’Lunas setelah setahun sebelumnya sudah melunasi BPIH,’’ kata Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kantor Kemenag Pacitan Agus Hadi Prabowo kemarin (3/4).

Menurut Adus, pembayaran visa progresif CJH dilakukan saat pelunasan tahap pertama 19 Maret sampai 15 April 2019. Sedangkan ketiga CJH lainnya wajib membayar visa progresif hingga pelunasan tahap kedua. Aturan biaya tambahan visa progresif ini, lanjut dia,  bukan berasal dari Pemerintah Indonesia, melainkan Arab Saudi. ‘’Tujuannya untuk membatasi ibadah haji sekali seumur hidup,’’ jelasnya.

Meski begitu, pembatasan ini tidak bersifat mengikat. Sebab, Pemerintah Arab Saudi tetap memberi  kelonggaran. Sedangkan CJH harus menyikapi dengan persiapan biaya lebih. Jika terdapat CJH yang menunda keberangkatannya lantaran terbebani biaya visa progresif, kemenag akan mengambil tindakan yang sama dengan kondisi CJH lainnya. ‘’Penggantinya disiapkan dari daftar antrean CJH. Tapi tingkatnya bukan Pacitan, melainkan Jawa Timur,’’ tambahnya.

Hingga saat ini jumlah CJH yang belum melunasi BPIH dan tagihan lainnya sebanyak 27 orang. Dengan kata lain dari total 167 CJH, 140 di antaranya sudah melunasi. Jumlah tersebut sesuai rekapitulasi yang tercantum di website Info Haji Kemenag Provinsi Jawa Timur. ‘’Masih cukup waktu bagi yang berhak melakukan pelunasan BPIH,’’ imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, jumlah CJH Pacitan tahun ini dipastikan berkurang. Sebab, 12 CJH mengundurkan diri. Sehingga, menyisakan 155 CJH. Keberangkatan CJH Pacitan dijadwalkan lebih awal bersama jamaah dari wilayah Madiun Raya awal Juli mendatang. (odi/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here