Empat Bulan Menikah Sudah Main Tangan

158

NGAWI – Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) masih saja terjadi. Kali ini KDRT terjadi pada pasangan suami istri (pasutri) muda asal Desa Sukowiyono, Kecamatan Padas. Kekerasan dialami Mis, 18, yang dipukuli San, 21, suaminya. Hasil pemeriksaan, petugas menyimpulkan bahwa kekerasan dipicu salah paham. ’’Pasutri ini sering bertengkar karena suatu hal sebelum-sebelumnya,’’ kata Kapolsek Padas AKP Pujianto kemarin (28/12).

Saat ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut terkait KDRT tersebut. Sejumlah saksi sudah dimintai keterangan sebagai upaya penyelidikan kasus. Kendati demikian, aparat kepolisian belum dapat menindaklanjuti. Jalur hukum belum bisa ditempuh. ‘’Hasil pemeriksaan, memang ada tindak kekerasan,’’ ujarnya.

Polsek Padas mendapat laporan delik aduan tersebut pada Senin (24/12). Laporan dilayangkan orang tua Mis yang tidak terima terhadap perlakuan San kepada putrinya. Pelaporan bermula saat Mis pulang ke rumah orang tuanya di Desa Kajang, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Madiun. Mis yang pulang dengan beberapa luka memar di tubuh, membuat orang tuanya geram. ’’Memang terdapat luka memar,’’ tutur Pujianto.

Tindak kekerasan yang dilakukan San kepada Mis terungkap sesaat setelah Mis tidak kuat menahan masalah. Orang tua Mis lantas menanyakan apa yang sebenarnya terjadi. Mis pun akhirnya menceritakan semua unek-uneknya. Pasutri yang baru menikah empat bulan lalu itu terlibat pertengkaran hebat sehari sebelum delik aduan melayang ke Polsek Padas. ’’Hasil pemeriksaan, si suami tidak terima karena dituduh berbuat yang tidak-tidak oleh istrinya,’’ terang Pujianto.

Usut punya usut, Mis terbilang istri yang pencemburu. Hal ini yang membuat pertengkaran kerap melanda pasutri muda ini. Amarah San memuncak pada Minggu malam (23/12). San yang tak mampu mengontrol emosi lantas melayangkan pukulan ke istrinya beberapa kali. Mis yang tak tahan akhirnya minta diantarkan pulang ke rumah orang tuanya. ‘’Setelah pulang itu, orang tua perempuan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Padas,’’ jelas Pujianto.

Nyaris sepekan sudah kasus KDRT ini ditangani Polsek Padas. Kendati begitu, pihak Pujianto tidak mau buru-buru ambil keputusan. Diungkapkannya, pihak-pihak yang terlibat kasus tersebut sudah diperiksa satu per satu. Namun, lanjut Pujianto, sampai saat ini pihaknya belum menerima laporan langsung dari Mis sebagai korban dalam kasus tersebut. Artinya, kasus belum bisa ditindaklanjuti sesuai hukum.  Atau bisa jadi kasus akan berakhir secara kekeluargaan. ‘’Segala kemungkinan tentang kasus ini masih bisa terjadi,’’ pungkasnya. (mg8/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here