Emil Selidiki Penyebab Banjir

101

PONOROGO – Sederet dugaan terhadap penyebab banjir Paju mengemuka di benak Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak. Sabtu lalu (9/3), saat mengunjungi warga terdampak banjir di lingkungan Prayungan, Paju, mantan Bupati Trenggalek itu menyebut akan melakukan penyelidikan. Dugaan pertama Emil, pendangkalan saluran hilir di Bumi Reyog kelewat parah. ‘’Ada beberapa hal yang perlu dipastikan. Pengerukan tidak cukup di hilir saja, semakin ke hulu semakik baik, aliran air akan semakin lancar,” ujarnya.

Dari kunjungannya itu, Emil mendapat sejumlah laporan penting mengenai banjir yang terjadi sejak Rabu malam (6/3) hingga Kamis (7/3). Pengerukan saluran, kata Emil, sudah dilakukan oleh pemkab setempat di saluran hilir di Brotonegaran. Di kelurahan tersebut, tidak terjadi banjir seperti di Paju, meski sama-sama diguyur hujan lebat. Idealnya, pengerukan juga dilakukan tak hanya di hilir. ‘’Terus naik ke saluran yang lebih tinggi sampai ke hulu. Tapi memang, kami juga menyadari bahwa biaya pengerukan ini juga besar,’’ beber Emil.

Emil juga menduga banjir Paju berkaitan dengan aliran air yang memang tak cukup tertampung di area hulu. Maka seharusnya, jika proyek pembangunan Waduk Bendo rampung, banjir di wilayah kota Ponorogo (termasuk Paju) dapat teratasi. ‘’Karena debit air di hulu itu tinggi, tapi tidak ada penampungan. Ketika bendungan selesai, seharusnya dapat mengurangi potensi banjir,’’ sebutnya.

Di hadapan Emil, sekitar 600 warga Prayungan, Paju mengeluhkan berbagai persoalan. Salah satunya, kebutuhan akan air bersih dan pasokan listrik. ‘’Kami kesulitan mendapat air bersih pasca banjir. Juga, listrik, tempat tidur, dan makanan,” tutur Imam Iswaji, warga setempat, Sabtu lalu.

Warga juga banyak yang terserang kutu air. Ratmono, juga warga setempat menyebut telah mendapat suplai obat-obatan. Ambulans juga standby di kelurahan tersebut. Sebagian besar warga yang bermatapencaharian petani juga mengeluhkan sawahnya yang terendam banjir. Puluhan hektare terancam gagal panen. Kerugian materiil ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. Menanggapi itu, Emil meminta dinas pertanian setempat berkoordinasi dengan pemprov guna mengurai langkah yang perlu dilakukan demi meringankan beban para petani. ‘’Bagi petani yang mengalami puso (gagal panen total), kami akan berikan bantuan benih,’’ tandasnya. (naz/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here