Emil Dardak Terbayang Adiknya Semasa Masih Hidup

219

MADIUN – Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak benar-benar tidak bisa menahan perasaan. Sangat terharu, juga amat trenyuh ketika menyaksikan Patemi, 41, seorang keluarga pasien RSUD dr Soedono yang menangis di ruang tunggu, Selasa lalu (26/2).

Kepada mantan bupati Trenggalek itu, Patemi menceritakan bahwa anaknya yang bernama Ahmad Rifki Ilhami, 12, mengalami sakit (infeksi) gangguan otak. Sehingga harus mendapat perawatan di Ruang Wijaya Kusuma lantai dua.

Mendengar keluh kesah Patemi, mata wagub 34 tahun itu sempat berkaca-kaca. Bahkan, sampai meneteskan air mata. Dia kemudian memutuskan untuk menjenguk anak Patemi. Bergegas suami Arumi Bachsin itu menuju ruang rawat inap tempat Ahmad Rifki Ilhami dirawat.

Di sana Emil memberikan suntikan motivasi kepada pasien asal Desa Dempelan, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, tersebut. Serta mendoakan supaya lekas sembuh. Selepas itu, Emil sempat menjelaskan alasannya meneteskan air mata ketika mendengar cerita Patemi. ‘’Saya tambah deg. Karena belum lama kehilangan adik laki-laki saya. Jadi, ketika melihat anak itu teringat adik saya sendiri,’’ katanya.

Dia mengaku terbayang-bayang Eril Arioristanto Dardak, adiknya yang telah meninggal dunia pada Desember 2018 lalu. ‘’Jadi kebayang lah. Apalagi, dia (Ahmad Rifki Ilhami, Red) harus melalui masa galau. Karena beberapa hari lalu, dia tahunya hanya penyumbatan atau infeksi (otak) yang bisa selesai (sembuh, Red) dengan (obat) antibiotik,’’ terang Emil.

Namun demikian, setelah didiagnosis terdapat pembengkakan. Tapi, Emil enggan membuka sejauh mana penyakit anak tersebut. Karena berkaitan dengan data pasien yang sifatnya bukan untuk umum. ‘’Saya hanya bisa menyimpulkan, secara diagnosis ada disiplin yang sudah diikuti. Tapi, saya minta pemantauan khusus untuk menenangkan ibu dan bapaknya pasien. Bahwa kasus ini ditangani sebaik-baiknya,’’ pintanya.

Bahkan, Emil sempat menanyakan secara pribadi kepada Dirut RSUD dr Soedono dr Bangun Trapsila Purwaka terkait kondisi perkembangan Ahmad Rifki Ilhami selama dirawat. ‘’Saya tanya, kita punya nggak skill-nya (spesialisasi, Red). Baik itu dokter saraf maupun bedah saraf. Tapi, yang utama pernah nggak (RSUD dr Soedono) menangani kasus ini. Kalau belum pernah, lebih baik segera merujuk ke rumah sakit lain,’’ sarannya.

Dia menyatakan, pihak rumah sakit kemarin telah melakukan sampling untuk memastikan obat dan penanganan paling tepat bagi pasien tersebut. Sehingga, diharapkan Ahmad Rifki Ilhami bisa cepat sembuh. (her/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here