Embung Mengering, Petani Kelimpungan

32
TIDAK ADA AIR: Kondisi Embung Tamanarum di Kecamatan Parang mengering saat memasuki musim kemarau.

MAGETAN – Bencana kekeringan di Magetan kian mengkhawatirkan. Selain berdampak pada ratusan hektare lahan pertanian warga, beberapa embung yang ada juga sudah mengering. Bahkan, sebagian embung lain fungsinya tak optimal.

Embung Tamanarum di Kecamatan Parang misalnya. Kondisi penampungan air raksasa itu saat ini mengering. Proses normalisasi yang sebelumnya sempat dijalankan oleh CV Mutiara Agung juga tak berakhir sempurna. Pekerjaan baru mencapai 50 persen, tetapi sudah tidak tampak lagi ada kegiatan di lokasi tersebut.

Kabid Sumber Daya Air DPUPR Magetan Yuli K. Iswahyudi mengatakan, embung itu dikelola oleh BBWS Bengawan Solo. Sementara pihaknya hanya ketempatan lahannya. ‘’Tak semua embung yang ada itu kami yang mengelola. Embung Tamanarum adalah salah satunya,’’ ujarnya kepada Radar Magetan Kamis (4/7).

Disebutkan ada 14 embung di Magetan. Hampir sebagian debit airnya sudah mengering sekarang karena musim kemarau. Hujan yang sempat turun sesaat juga diprediksi tidak sampai membuat volume air di embung tersebut meningkat.

Yang jelas, kata Yuli, dampak besar dirasakan oleh masyarakat karena mengeringnya embung seluas 2,06 hektare tersebut. Puluhan bahkan ratusan hektare sawah petani terancam gagal panen karena tidak mendapat pasokan air dari embung. ‘’Normalisasi embung itu sepenuhnya merupakan wewenang BBWS Bengawan Solo,’’ ungkapnya. (mgc/c1/her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here