Sedimentasi Tanah Embung Klumpit Capai Tiga Meter

180
KURANG LUAS: Debit air Embung Klumpit di Desa Banyudono, Ngariboyo, yang menyusut dimanfaatkan oleh sebagian warga sebagai spot memancing.

MAGETAN – Normalisasi Embung Klumpit berubah dari konsep awal. Dari sebelumnya sebatas pengerukan sedimen tanah, berubah menjadi perluasan daya tampung embung. Kegiatan itu diharapkan bisa dicukupi saat perubahan anggaran keuangan (PAK) 2019. ‘’Perencanaan tetap berjalan, tetapi ada sedikit perubahan dari konsep awal,’’ kata Kabid Sumber Daya Air DPUPR Magetan Yuli K. Iswayudi Jumat (19/7).

Perluasan embung itu, kata Yuli, usulan dari warga Desa Banyudono, Ngariboyo. Mereka beranggapan daya tampung air Embung Klumpit sekitar 108.800 meter kubik itu masih kurang memadai. Terutama sabagai persediaan irigasi pertanian. ‘’Di situ sedimentasi tanahnya mencapai 2–3 meter. Sehingga, perlu dinormalisasi dulu sementara,’’ ujarnya.

Yuli mengungkapkan bahwa Embung Klumpit selama ini menjadi penyuplai kebutuhan air baku pertanian bagi para kelompok tani di empat dusun di Desa Banyudono. Tetapi, saat kemarau, debit air embung menyusut. ‘’Warga mintanya juga diperluas, bukan hanya dikeruk saja,’’ tuturnya.

Yang jelas, perluasan embung sangat mungkin dilakukan. Apalagi, pemerintah desa (pemdes) juga sudah bersedia jika sebagian aset tanah desa dijadikan embung. ‘’Tapi prosesnya menunggu PAK didok,’’ ucapnya. (mgc/c1/her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here