Elpiji Wonogiri Serbu Pacitan

129

PACITAN – Ada fakta mengejutkan di balik kelangkaan elepiji tiga kilogram di Pacitan. Yakni, masuknya jenis bahan bakar itu dari luar daerah. Padahal, sesuai aturan, distribusi lintas daerah dilarang. ‘’Kami di wilayah barat Pacitan merasakan adanya kerawanan distribusi elpiji melon dari luar kota,’’ tutur Sukardi, pemilik pangkalan elpiji di Desa Sekar, Donorojo, Selasa (11/9).

Sukardi menyebut, elpiji bersubdisi tersebut masuk dari wilayah Baturetno, Wonogiri. Modusnya, kata dia, dilakukan secara masif melalui pedagang yang berniaga lintas kabupaten. ‘’Dibawa oleh bakul-bakul,’’ ujarnya kepada Radar Pacitan.

Ketua Hiswana Migas Madiun Agus Wiyono mengakui adanya peredaran elpiji dari luar wilayah edar Pacitan, terutama kawasan perbatasan. Pun dia meminta warga atau pemilik pengkalan yang resah mengumpulkan bukti. Salah satunya foto label dan segel elpiji.  ‘’Di situ tercantum kode peredarannya. Nanti bisa dikirim ke kami atau Pertamina,’’ terangnya.

Sayang, Agus menyebut sejauh ini tidak ada sanksi tegas terkait pelanggaran distribusi elpiji. Pelaku hanya dikenai sanksi administrasi. Meski begitu, dia menilai kondisi tersebut dilematis. Pasalnya, jika aturan peredaran diperketat, sebagian warga dikhawatirkan kesulitan mendapatkan elpiji. Maklum, jumlah pangkalan di Pacitan terbatas.

Diberitakan sebelumnya, kelangkaan elpiji tiga kilogram tidak hanya membuat pemkab ancang-ancang menyusun peraturan bupati (perbub). Dinas perdagangan dan perindustrian (disperindag) setempat juga mengajukan penambahan pangkalan di 20 desa. Namun, hal itu masih menunggu kebijakan pangkalan BUMDes yang rencananya direalisasikan tahun depan. (odi/c1/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here